Kamis, 18 Juli 2024   |   WIB
id | en
Kamis, 18 Juli 2024   |   WIB
Jajaki Kolaborasi Global, BIG Gelar IMS untuk Pemetaan Skala Besar Indonesia

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar International Market Sounding (IMS) secara daring pada Jumat, 5 Juli 2024. Acara yang dihadiri oleh ratusan perusahaan dan stakeholder dalam dan luar negeri ini bertujuan memberikan informasi awal mengenai rencana pelaksanaan Provision of Large Scale Base Map of Indonesia sebagai bagian dari Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).

Direktur Pemetaan Rupabumi Wilayah Darat BIG Ade Komara Mulyana menyampaikan bahwa peta dasar merupakan fondasi penting bagi pembangunan nasional di berbagai sektor, antara lain perencanaan tata ruang, tata kelola pertanahan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, hingga menjamin kepastian hukum dalam investasi.

“Ketersediaan peta dasar skala 1:5.000 menjadi prasyarat wajib dalam membangun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi yang sehat dan terintegrasi melalui Online Single Submission (OSS) bagi pelaku bisnis dan investasi,” lanjut pria yang akrab disapa Ade ini.

Melalui IMS ini, Ade menegaskan bahwa pihaknya ingin membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan dan stakeholder global yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang geospatial data acquisition, digital map production, IT infrastructure, geospatial and mapping supervising consultant, dan project management consultant sebagai pelaksana kegiatan penyediaan peta dasar skala besar Indonesia yang berkualitas dan akurat.

Ade juga memaparkan secara detail mengenai rencana dan ruang lingkup pelaksanaan proyek dengan anggaran USD 48 juta untuk cakupan area seluas 82.503 km2 ini. Antara lain persyaratan kualifikasi penyedia jasa, skema kerja sama dan pembiayaan, serta spesifikasi teknis produk.

Tingginya minat dari perusahaan dan stakeholder untuk terlibat dalam proyek ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar yang disampaikan. Di akhir sesi, peserta diminta mengisi kuesioner untuk melihat potensi dan kompetensi perusahaan yang akan berpartisipasi dalam proyek ini.

Sebagai informasi, saat ini ILASPP memasuki tahap persiapan akhir, dengan perjanjian pinjaman antara pemerintah Indonesia dan World Bank diharapkan terlaksana pada semester II 2024. Pemetaan skala besar wilayah Sulawesi tahun 2024 ini dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan dilanjutkan di wilayah lain pada periode 2025-2029 menggunakan skema pembiayaan ILASPP.

Adapun pengadaan paket pekerjaan akan dilakukan dengan metode International Competitive Bidding (ICB) dengan kontrak tahun jamak (multiyears) merujuk pada regulasi yang ditetapkan World Bank.

BIG optimis bahwa IMS akan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan. Imbasnya, penyelenggaraan peta dasar skala besar dapat terlaksana dengan baik dan berkontribusi pada perencanaan tata ruang yang mendukung iklim investasi di Indonesia. (IP/MN)