Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
id | en
Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
BIG Siapkan SDM Geospasial Unggul Hadapi Era Produksi Peta Digital

Cibinong, Berita Geospasial – Transformasi produksi peta digital di Indonesia terus bergerak menuju sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi. Langkah ini ditandai dengan dimulainya Pelatihan Integrated Map Production System Batch 1 pada 12–13 Mei 2026 yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai bagian dari penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang informasi geospasial.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial BIG Ibnu Sofian, didampingi Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial BIG Ratna Sari Dewi, Direktur Standar dan Teknologi Informasi Geospasial BIG Abdurasyid, serta Account Responsibility of Asia-Pacific SuperMap Roy Luo.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis BIG dalam mendukung transformasi produksi peta digital menuju sistem yang lebih efisien, adaptif, dan terintegrasi. Melalui kolaborasi dengan SuperMap, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknologi pemetaan modern, sekaligus penguatan kemampuan teknis untuk menghadapi percepatan transformasi digital di sektor geospasial.

Dalam arahannya, Ibnu Sofian menegaskan pentingnya membangun SDM geospasial yang mandiri dan berdaya saing global. Ia berharap, pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan inovasi di lingkungan BIG.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kapasitas, kemampuan programming, serta memperkuat kolaborasi antar peserta. Kita harus mampu membentuk SDM geospasial yang mandiri, berkualitas tinggi, dan menguasai teknologi agar dapat bersaing dengan negara lain,” ujar Ibnu.

Menurutnya, penguasaan teknologi geospasial menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan informasi geospasial yang modern sekaligus mendukung pembangunan nasional berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

Sedangkan, Roy Luo menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara SuperMap dan BIG. Ia berharap, kerja sama ini dapat terus berkembang untuk mendukung penguatan infrastruktur geospasial Indonesia di masa mendatang.

“Kami berharap kerja sama antara SuperMap dan BIG dapat terus berkembang, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur geospasial di masa depan,” kata Roy Luo.

Pelatihan Integrated Map Production System dirancang dalam tiga batch dengan total 120 peserta yang berasal dari SDM internal BIG. Seluruh materi pelatihan akan disampaikan narasumber dari SuperMap sebagai mitra teknologi dalam pengembangan sistem produksi peta terintegrasi.

Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami proses produksi peta yang lebih efektif, adaptif, dan kolaboratif guna mendukung transformasi layanan informasi geospasial nasional yang semakin modern, berkelanjutan, dan siap menjawab tantangan era digital.

Reporter: Jaka Setiawan
Editor: Kesturi Haryunani