Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
id | en
Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
Belajar Geospasial Jadi Seru dengan Jelajahi Dunia Peta di BIG

Cibinong, Berita Geospasial - Sebanyak 100 peserta dari Komunitas Ibu Profesional Bogor berkunjung ke Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Rabu, 1 Juli 2026. Edutrip ini bertujuan memperkenalkan lebih dekat peran informasi geospasial dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dirancang agar peserta, yang terdiri atas ibu dan anak-anak, dapat memahami konsep geospasial melalui pengalaman belajar interaktif.


Peserta melihat peta menggunakan teknologi 3D Anaglyph /Ivan S

"Kami berusaha menyiapkan materi yang tidak terlalu teknis sehingga adik-adik bisa memahami informasi geospasial, mulai dari mengenal wilayah Indonesia hingga memanfaatkan peta dalam aktivitas sehari-hari,” kata Tommy Nautico dari Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BIG.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta diajak mengenal BIG sebagai penyelenggara informasi geospasial nasional, memahami fungsi atlas, hingga merasakan pengalaman melihat peta menggunakan teknologi 3D Anaglyph.

Perwakilan Komunitas Ibu Profesional Bogor, Melinda Selviana, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan BIG untuk mengenalkan dunia geospasial kepada para peserta.

"Kami dari Komunitas Ibu Profesional Bogor sangat bersyukur bisa hadir dan berkenalan lebih dekat dengan apa itu geospasial. Terima kasih kepada BIG yang telah menyambut kami dengan sangat ramah dan menyenangkan," ujarnya.

Pada sesi materi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar peta dan beragam produk atlas yang dikembangkan BIG, mulai dari atlas fisik dan sumber daya, kewilayahan, pariwisata, pendidikan, sosial ekonomi dan budaya, serta atlas taktual untuk penyandang disabilitas netra. Atlas-atlas tematik ini bermanfaat untuk kebutuhan pendidikan, penelitian, hingga perencanaan pembangunan.

"Selama ini banyak yang menganggap atlas hanya berisi peta. Padahal atlas merupakan kumpulan peta, foto, grafik, dan narasi yang disusun secara sistematis sehingga mampu menjelaskan karakteristik suatu wilayah secara lebih lengkap. Karena itu, atlas menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan informasi geospasial kepada masyarakat," terang Chintia Dewi dari Direktorat Atlas dan Penggunaan Informasi Geospasial BIG.


Peserta antusias dalam materi Drone /Ivan S

Ada yang berbeda dari kegiatan kunjungan kali ini, yaitu sesi dongeng edukatif bertajuk `Yuk.. Bantu KuGe Pulang` yang dipersembahkan oleh Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BIG sebagai bagian dari program prioritas #DWPMengajar.

Dongeng tersebut mengisahkan KuGe (Kucing Geo) yang tersesat di sebuah pulau terpencil setelah tidak sengaja masuk ke ruang teleportasi. Dalam petualangannya, KuGe bertemu Kakek Miki yang telah lama tinggal seorang diri di pulau. Untuk dapat kembali pulang, KuGe dibantu Ibu Peta, seorang peri yang mengajak anak-anak menjawab berbagai pertanyaan seputar geospasial.

Alur dongeng yang sederhana ini mampu membuat anak-anak lebih mengenal konsep dasar geospasial, seperti memahami posisi atas dan bawah, mengenal gunung sebagai bentang alam, hingga mempelajari fungsi skala dan legenda pada peta.

Melalui penerimaan kunjungan ini, BIG tidak hanya memperkenalkan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara informasi geospasial nasional, tetapi juga memperluas literasi geospasial kepada masyarakat. Dengan pendekatan edukasi interaktif, BIG berharap semakin banyak keluarga Indonesia memahami pentingnya informasi geospasial sebagai bagian dari aktivitas harian dan dasar pengambilan keputusan di tingkat keluarga/masyarakat.

Reporter: Kesturi Haryunani/strong
Editor:Intan Pujawati