Kamis, 05 Februari 2026   |   WIB
id | en
Kamis, 05 Februari 2026   |   WIB
Belajar Peta Sejak Dini, 130 Siswa SMP Islam Al Muttaqien Kunjungi BIG

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali menerima kunjungan edukatif dari kalangan pelajar. Kali ini, sebanyak 130 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al Muttaqien Bogor berkesempatan belajar langsung mengenai peta dan informasi geospasial di Aula Bhumandala BIG pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan peran strategis BIG sekaligus menumbuhkan literasi geospasial sejak dini. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar peta, informasi geospasial, serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.


Pemberian peta NKRI kepada SMP Islam Al Muttaqien Bogor /dok.BIG

Kepala Sekolah SMP Islam Al Muttaqien Bogor Agus Nazmuudin menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan BIG. “Mudah-mudahan apa yang dipelajari hari ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi adik-adik semua,” ujarnya.

Perwakilan Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama (HHMK) BIG Agung Teguh Mandira, menyambut langsung rombongan siswa. Ia berharap para peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan memperoleh gambaran utuh mengenai peran BIG.

“Adik-adik akan dijelaskan tentang BIG, peta, dan informasi geospasial. Semoga apa yang disampaikan bisa diterima dan diserap dengan baik,” katanya.

Pada sesi materi, Risa Krisadhi dari Biro HHMK BIG menjelaskan gambaran luas wilayah Indonesia. Ia menyebutkan, jika dibentangkan di peta Eropa, wilayah Indonesia membentang dari Inggris hingga Kazakhstan. Indonesia juga memiliki 17.380 pulau bernama, yang menunjukkan kompleksitas wilayah Nusantara.

Risa juga memaparkan konsep dasar geospasial. Data geospasial, menurutnya, merupakan kumpulan titik koordinat, citra, dan elevasi yang menggambarkan lokasi suatu objek. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi geospasial.

“Informasi geospasial adalah kumpulan berbagai data tersebut yang membentuk peta dasar maupun peta tematik. Informasi ini kemudian diolah dan dianalisis sehingga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” jelas Risa kepada peserta.

Materi dilanjutkan oleh Almira Rahma dari Direktorat Atlas dan Penggunaan Informasi Geospasial (DAPIG). Ia menjelaskan pemanfaatan informasi geospasial dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, analisis ilmiah, penentuan lokasi, hingga perencanaan.

“Atlas menjadi salah satu produk yang paling sering digunakan. Atlas merupakan kumpulan peta, foto, grafik, dan narasi yang disusun secara sistematis, baik dalam bentuk cetak maupun digital,” ujar Almira.

Usai pemaparan materi, para siswa diajak melihat peta 3D/anaglyph dan atlas taktual. Melalui kunjungan ini, BIG berharap pemahaman siswa terhadap informasi geospasial semakin meningkat dan mampu mendorong literasi geospasial masyarakat Indonesia sejak usia dini.

Reporter: Luciana Retno
Editor: Kesturi Haryunani