Yogyakarta, Berita Geospasial BIG – Menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan ketat di berbagai bidang, peningkatan kualitas harus dipenuhi. Apalagi, arus informasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, mutlak harus diadopsi untuk mendukung berbagai tahapan pembangunan di negeri ini. Oleh karena itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan melek teknologi sangat dibutuhkan. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) penyelenggara utama Informasi Geospasial (IG) di Indonesia rutin menjalin dan menjaga komunikasi dengan banyak pihak yang terkait IG. Salah satu diantaranya melalui kegiatan penerimaan kunjungan Kepala BIG ke Universitas Gadjah Mada (UGM) tepatnya Jurusan Teknik Geodesi yang sampai saat ini merupakan pencetak SDM di bidang IG di Indonesia, pada hari Jumat, 13 Januari 2017 di Yogyakarta.
Kunjungan Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin beserta rombongan ini disambut oleh Ketua Jurusan Teknik Geodesi UGM, Djurdjani, beserta sejumlah dosen di Ruang Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, di Yogyakarta. Di awal pertemuan, Djurdjani menjelaskan tentang profil jurusan Teknik Geodesi UGM. Disampaikan bahwa Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM saat ini memiliki staf dosen sebanyak 35 orang, dengan rincian 11 orang Doktor (S3) dan 28 orang Master (S2). Saat ini 8 orang sedang mengikuti program Doktor dengan rincian 2 orang di Australia, 1 orang di Malaysia, dan 5 orang di UGM.
Setelah profil UGM, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ke Jurusan Teknik Geodesi UGM ini adalah dalam rangka Olgenas VII di Fakultas Geografi UGM. “Kunjungan ini dalam rangka menjalin komunikasi dengan UGM sebagai salah satu perguruan tinggi pencetak SDM IG. Apalagi, saya ini adalah dosen geodesi juga di ITB. Dosen-dosen Teknik Geodesi UGM sudah banyak saya kenal. Momen ini adalah tepat untuk mempererat komunikasi antara BIG dan Geodesi UGM”, ungkap Hasanuddin.
Lebih lanjut, Hasanuddin menjelaskan tentang BIG serta potensi dan tantangan dunia IG di Indonesia. Disampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara besar dengan panjang wilayah seperti dari Inggris ke Turki. Untuk itu, potensi yang besar dan terbentang luas ini harus dipetakan dengan benar. Selama ini, Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) difokuskan di darat, padahal, luas wilayah Indonesia banyaknya adalah lautan. “Karena itu, ke depan, pemetaan laut sangat diperlukan. Ini karena minyak, gas alam dan sumber daya mineral lainnya nantinya akan difokuskan untuk memanfaatkan yang ada di laut”, lanjutnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa BIG dalam tugasnya mengerjakan pemetaan seluruh Indonesia jelas tidak bisa berdiri sendiri. Sangat diperlukan dukungan instansi lain dan swasta sebagai mitra BIG dalam mengerjakan pekerjaan tersebut. Lebih-lebih, ketersedian SDM IG yang handal dan kompeten, menjadi kebutuhan vital dan mendesak. Karena itu, perguruan tinggi, termasuk Jurusan Teknik Geodesi UGM, disini berperan penting untuk mendukung hal tersebut. Terakhir acara dilanjutkan dengan diskusi tentang perkembangan IG di Indonesia serta berbagai isu-isu penting terkait IG. Pertemuan yang bernuansa kekeluargaan ini efektif untuk memediasi kebutuhan BIG beserta industri IG dengan perguruan tinggi sebagai penyedia SDM IG. (ATM/NU/LR)