Kamis, 09 Juli 2026   |   WIB
id | en
Kamis, 09 Juli 2026   |   WIB
BIG-LAPAN Kolaborasi dalam Penyediaan Citra Satelit Resolusi Tinggi untuk Pemetaan Skala Besar

Jakarta, Berita Geospasial BIG - Sebagai penyelenggara informasi geospasial di Indonesia, Badan Informasi Geospasial dalam aktivitasnya banyak terkait dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Dalam penyediaan informasi geospasial salah satunya memerlukan citra satelit yang penyediaannya dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Untuk itu BIG-LAPAN berkolaborasi untuk menghasilkan informasi geospasial yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan untuk pemetaan skala besar.

Kolaborasi Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tersebut diawali dengan serah terima data penginderaan jauh berupa citra satelit resolusi tinggi dan mozaik citra satelit resolusi menengah dari LAPAN kepada BIG pada Kamis 29 Januari 2015 di Kantor LAPAN Pekayon Jakarta. Citra satelit resolusi tinggi yang diterima berupa citra SPOT-5 beresolusi 2,5 meter dan citra SPOT-6 dengan resolusi 1,5 meter. Untuk citra resolusi menengah berupa Citra Landsat-7 dan Landsat-8, dimana keduanya telah diproses untuk menghasilkan mozaik citra bebas awan untuk seluruh wilayah Indonesia. Hadir dalam acara ini, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) BIG, Yusuf Surachman, didampingi oleh Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial BIG, Antonius Bambang Wijanarto.

Selain BIG, ada delapan instansi pemerintah lain yang turut menerima data penginderaan jauh dari LAPAN, yaitu: Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPS, Pemprov DKI Jakarta, dan Badan Pengelola REDD+.

Menurut Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial BIG, Antonius Bambang Wijanarto, sebagai wakil BIG saat menerima data penginderaan jauh dari LAPAN, BIG menyambut baik penyerahan data penginderaan jauh ini karena sangat berguna sebagai data primer dalam proses pemetaan dasar yang menjadi salah satu tugas utama BIG yaitu menyediakan Informasi Geospasial Dasar (IGD). Disampaikan pula bahwa berdasarkan pertemuan teknis dan koordinasi yang telah dilakukan BIG dengan berbagai instansi pemerintah terkait data penginderaan jauh, kebutuhan citra satelit resolusi tinggi untuk pembuatan Peta Dasar sampai dengan skala 1:10.000, 1:5.000 dan 1:2.500. Dengan diterimanya data citra SPOT-6 ini, IGD berupa peta dasar skala 1.5.000 dapat segera tersedia, terutama untuk mendukung percepatan penyusunan Peta Rencana Detil Tata Ruang untuk perencanaan wilayah.

Sementara itu, Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, Orbita Roswintiarti, menegaskan bahwa penyerahan data penginderaan jauh ini merupakan implementasi dari Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2012, dimana penyediaan data penginderaan jauh dilakukan oleh LAPAN, yang lainnya tiinggal menggunakan, hal ini untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara dengan mencegah duplikasi dalam pengadaan data penginderaan jauh.

Dengan adanya citra resolusi tinggi dari LAPAN ini, diharapkan BIG bisa menyelesaikan pemetaan skala besar terutama  untuk keperluan memetakan batas administrasi desa. Jika batas desa sudah siap maka batas antar kecamatan selesai, dan selanjutnya batas kabupaten hingga batas provinsi akan selesai dengan simultan. Dengan IG, BIG mendukung Nawacita Nomor 3 Pemerintahan Presiden Jokowi - JK yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI, itu. (SB-AD/ATM/TR)