Setelah diluncurkan pada acara Pekan Geospasial Nasional 21 April 2014, maka mulai besok 6 Juni 2014, Tim Ekspedisi Geografi Indonesia Lahan Gambut 2014 akan menuju lapangan. Untuk itu perlu diberikan pembekalan sebelum berangkat ke lapangan agar kegiatan lapangan menjadi lancar dan hasilnya dapat dinikmati oleh semua pihak.
Penyelenggaraan EGI 2014 akan berlangsung di lapangan mulai 6-13 Juni 2013 diselenggarakan BIG bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Wantimpres, Kemenhut, Kementan, BPN, UI, UGM, IPB, Univ. Pancasila, FAO, Univ. Palangkaraya dan Univ. Lambung Mangkurat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung misi pemerintah dalam penyelamatan, perlindungan dan pengelolaan gambut tropis di Indonesia.
Lebih lanjut, penyelenggaraan EGI lahan gambut di Kalimantan Tengah ini adalah untuk memperbaharui pemahaman dan pengetahuan tentang “Gambut Tropis Indonesia”, melalui kampanye secara komprehensif yang di dalamnya mencakup: a. karakteristik fisik gambut tropis di Indonesia (abiotik), b. rantaian kehidupan plasma nutfah yang tergantung pada gambut (biotik), dan c. aktivitas manusia dan pola interaksinya di atas ruang gambut (culture/ budaya), disingkat ABC.
Sebagai salah satu rangkaian dari pelaksanaan EGI Lahan Gambut di Kalimantan Tengah adalah acara “Pembekalan dan Diskusi Bersama” yang diselenggarakan di Hotel Padjadjaran Suite Bogor pada Kamis, 5 Juni 2014. Acara merupakan pembekalan Tim EGI 2014 oleh Kepala BIG, Asep Karsidi, paparan oleh sejumlah pakar yang dilanjutkan dengan diskusi dan persiapan pelaksanaan EGI 2014.
Kepala BIG, Asep Karsidi pada acara tersebut menyatakan bahwa kegiatan EGI rutin diselenggarakan oleh BIG. Kegiatan ekspedisi merupakan kegiatan “jalan-jalan” yang punya maksud, apa yang dijumpai selama di perjalanan itu dicatat dan diramu sehingga menjadi sebuah informasi. Oleh karena itu, ekspedisi harus terkait geografis supaya lebih komprehensif. Ini karena lahan gambut di Kalimantan beda dengan lahan gambut di Sumatera dan di Papua. Ditambahkan pula tayangan di televisi tentang ekspedisi geografi banyak diminati masyarakat. Oleh karena itu, EGI harus dikemas sedemikian mungkin supaya menarik minat banyak pihak dan mendapat banyak manfaat dari EGI ini.
Sebelumnya, Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik (IGT) BIG, Nurwadjedi menjelaskan bahwa EGI sudah dilaksanakan beberapa tahun dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. EGI Tahun 2014 ini mengambil tema Lahan Gambut. Tujuan pelaksanaan EGI tahun 2014 ini adalah untuk memperbarui pemahaman dan pengetahuan tentang Gambut Tropis Indonesia. Pengamatan fenomena akan disituasikan seperti “refreshing” sekaligus berguna untuk mengamati fenomena Lahan Gambut Kalimantan Tengah.
Acara Pembekalan dan Diskusi Bersama EGI Lahan Gambut di Kalimantan Tengah diisi pula dengan paparan oleh sejumlah pakar gambutdiantaranya; “Gambut dan Perubahan Iklim”oleh Bambang Setiadi dari BPPT, ”EGI 2014 Gambut Kalimantan Tengah” oleh Nyoman N. Suryadiputra dari Wetlands Internasional dan “Pemetaan Lahan Gambut” oleh Kusumo Nugroho.
Alhasil, diharapkan kegiatan lapangan EGI 2014 Lahan Gambut di Kalimantan Tengah yang segera akan dilaksanakan ini nantinya menjadi sebuah ekspedisi yang mengungkap fenomena lahan gambut tropis secara holistik melalui pendekatan ABC. Adapun publikasinya nanti semoga dapat menjadi salah satu sumber pengkayaan ide dan masukan bagi pengambil keputusan terkait isu pengelolaan lahan gambut tropis. Diharapkan juga, publikasinya nanti menjadi bagian kampanye penyelamatan lahan gambut, sehingga pengelolaan lahan gambut tetap mempertimbangkan aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk dunia dan hari esok yang lebih baik.