Rabu, 08 Juli 2026   |   WIB
id | en
Rabu, 08 Juli 2026   |   WIB
CBDRF antara Indonesia dan Malaysia akan Rampung 2016

Pertemuan perundingan antara Indonesia dengan Malaysia sering digelar. Namun biasanya pada diskusi untuk memutuskan persetujuan cukup alot.  Begitu juga pada pertemuan ke-43 Joint Indonesia-Malaysia Technical Committee (IMT-43).

Pada tangal 5-6 November 2013 telah dilangsungkan pertemuan 43rd Joint Indonesia-Malaysia Technical Committee (IMT-43). Pertemuan yang diselenggarakan di Pontianak ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Laksamana Pertama Toto Permanto.

Pertemuan difokuskan pada laporan dari working group di bawah IMT, yang salah satunya adalah Joint Working Group for Common Border Datum Reference Frame and Joint Border Mapping (JWG CBDRF & JBM) yang diketuai oleh Dr. -Ing. Khafid (Plt. Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah-BIG) didampingi oleh Dr. Ade Komara (Ketua Sub-Working Group JBM), Anas Kencana (Ketua Sub-working CBDRF) dan Ir. Marsono Julianto. Selain dari JWG CBDRF & JBM, disampaikan juga laporan dari Co-Project Director Timur (CPD Timur) dan Co-Project Director Barat (CPD Barat) yang diketuai oleh Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittop AD).

Ketua JWG CBDRF & JBM Khafid, melaporkan bahwa CBDRF, sampai dengan tahun ini, tahap analisis data telah diselesaikan sebanyak 55%, dan pada 2016 mendatang ditargetkan selesai dilaksanakan. Terkait dengan hal itu, direncanakan pada tahun 2015 mendatang mulai dilakukan joint survey antara Indonesia dan Malaysia untuk melakukan pengukuran GNSS di sepanjang perbatasan pada pilar-pilar yang telah disepakati.

Terkait dengan JBM, pada pertemuan ini telah ditandatangani peta JBM lembar 14, 36 dan 37 serta hardcopy proof untuk lembar 41-43. Dengan demikian dari 45 lembar yang direncanakan untuk peta perbatasan Indonesia-Malaysia sudah diselesaikan sebanyak 21 lembar. Walaupun demikian, peta-peta ini baru resmi untuk bisa dipublikasi setelah mendapatkan persetujuan dari Joint Boundary Committee (JBC).

Pertemuan berlangsung cukup alot terutama dalam finalisasi Record of Discussion. Namun demikian diperoleh beberapa keputusan yang cukup penting atas beberapa permasalahan yang dialami kedua negara. Selanjutnya, hasil dari pertemuan ini akan dilaporkan pada pertemuan JBC yang direncanakan akan diselenggarakan di Denpasar pada akhir November ini, serta penandatanganan peta JBM terkait publikasi.