Rabu, 29 Juli 2026   |   WIB
en | id
Rabu, 29 Juli 2026   |   WIB
Membangun Kepercayaan Publik Dimulai dari Keterbukaan Informasi

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) menyelenggarakan Sharing Session Keterbukaan Informasi Publik bertajuk `Membuka Akses, Membangun Kepercayaan` pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BIG bersama PPID pemerintah daerah sebagai wadah berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat koordinasi menjelang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2026.


Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono membuka Sharing Session Keterbukaan Informasi Publik bertajuk `Membuka Akses, Membangun Kepercayaan` /Ellen

Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono menegaskan, keterbukaan informasi publik merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Prinsip tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang harus terus diimplementasikan setiap badan publik.

"Keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Tim PPID dan Kerja Sama Sekretariat Komisi Informasi Pusat (KIP) Sukarni Lestari. Ia mengatakan, keterbukaan informasi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Karena itu, PPID harus mampu menghadirkan layanan informasi yang transparan, profesional, dan responsif, sehingga dapat menjadi contoh bagi badan publik lainnya,” tuturnya.


Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BIG Mone Iye Cornelia memaparkan berbagai capaian PPID BIG /ellen

Untuk mendukung kesiapan menghadapi monev, Tenaga Ahli KIP Annie Londa memaparkan berbagai strategi penguatan layanan PPID. Ia menekankan pentingnya pemutakhiran Daftar Informasi Publik (DIP), penyusunan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK), pelaksanaan uji konsekuensi, serta optimalisasi teknologi informasi agar masyarakat semakin mudah mengakses informasi publik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BIG Mone Iye Cornelia memaparkan berbagai capaian PPID BIG dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa BIG berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif selama tiga tahun berturut-turut dengan nilai yang terus meningkat, hingga mencapai 96,87 pada 2025. Selain itu, BIG juga meraih Juara II Kategori Badan Publik Penyedia Informasi Terbaik pada Information Transparency Award 2025 yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat.

Mone menjelaskan, berbagai capaian tersebut menjadi motivasi bagi BIG untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik. Sebagai persiapan menghadapi Monev 2026, PPID BIG telah membentuk tim pengelola, memutakhirkan 358 DIP, menyelesaikan uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan, menetapkan 71 DIK, serta menyempurnakan website PPID, baik dari sisi kelengkapan informasi, sistem layanan, maupun fitur yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi.

Sharing session ditutup dengan diskusi untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan layanan informasi publik. Melalui forum ini, BIG berharap kolaborasi antarbadan publik semakin kuat sehingga kualitas pelayanan informasi terus meningkat dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka.

Reporter: Luthfia Nuraini
Editor: Kesturi Haryunani