Cibinong, Berita Geospasial - Kesejahteraan pegawai tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan atau keberhasilan menyelesaikan pekerjaan. Di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis dan tekanan ekonomi yang terus meningkat, kesehatan mental, kebugaran fisik, serta kemampuan mengelola keuangan menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan yang seimbang.
Pesan di atas menjadi benang merah dalam BIG CareFest 2026 yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Kamis, 16 Juli 2026. Mengusung tema `Langkah Emas, Dari Cemas Menjadi Cerdas`, kegiatan ini menghadirkan seminar mengenai kesehatan mental dan literasi keuangan, sekaligus donor darah, medical check up gratis, serta bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi seluruh pegawai BIG dan masyarakat.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik sekaligus Ketua Korps Pegawai
Republik Indonesia (Korpri) BIG Antonius Bambang Wijanarto membukan kegiatan
BIG CareFest 2026/Bram
Membuka kegiatan, Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik sekaligus Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) BIG Antonius Bambang Wijanarto mengatakan bahwa kesejahteraan Apartur Sipil Negara (ASN), sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, mencakup aspek material dan nonmaterial.
"Kesejahteraan itu bukan semata-mata berkaitan dengan pekerjaan dan penghasilan. Kita perlu menjaga kesehatan jiwa, kesehatan raga, serta kemampuan mengelola keuangan dengan bijak," ujar Anton.
Ia juga mengingatkan, kenaikan penghasilan tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan jika tidak diimbangi dengan kontrol atas keinginan, gaya hidup, dan ekspektasi. “Sering kali kita meminta penghasilan naik. Ketika naik, kebutuhan juga bertambah dan kita merasa masih kurang. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya penghasilan, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengelola apa yang kita miliki," kata Anton.
Melalui acara ini, Anton berharap peserta pulang dengan kondisi yang lebih baik; memperoleh pengetahuan baru dan mulai membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun mengajak para peserta memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM BIG.
Mengelola Cemas dengan Mengenali Diri
Pada sesi seminar, Psikolog Klinis Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Mohamad Rifky Anugrah Pratama mengajak peserta memahami bahwa rasa cemas merupakan emosi yang wajar dialami setiap orang. Masalah muncul ketika kecemasan berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Cemas bukan musuh yang harus dihilangkan, tetapi sinyal yang perlu kita kenali. Ketika kita memahami penyebabnya, kita bisa memilih respon yang lebih sehat dibanding membiarkan kecemasan mengendalikan hidup kita," jelas Rifky.

Sesi seminar dari Psikolog Klinis Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Mohamad Rifky Anugrah Pratama /Bram
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan waktu untuk diri sendiri. Menurutnya, kemampuan mengelola stres dapat dilatih melalui komunikasi yang baik, pola hidup sehat, istirahat yang cukup, serta keberanian mencari bantuan profesional apabila diperlukan.
"Kesehatan mental adalah fondasi agar seseorang mampu tetap produktif, mengambil keputusan dengan jernih, dan menjalani kehidupan secara lebih berkualitas," kata Rifky.
Melengkapi pembahasan mengenai kesehatan mental, Area Consumer Financing Manager BSI Area Bogor Abdul Mutolib menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting agar setiap individu mampu mencapai tujuan hidup tanpa terbebani masalah finansial. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki banyak impian, mulai dari memiliki rumah, membiayai pendidikan anak, mempersiapkan pensiun, hingga beribadah.
"Merencanakan keuangan bukan berarti membatasi kehidupan, tetapi memastikan setiap rupiah bekerja untuk tujuan yang benar. Kita harus mampu membedakan mana kebutuhan, mana kewajiban, mana persiapan masa depan, dan tetap menyisihkan sebagian untuk berbagi," ujar Abdul.
Ia juga mengajak peserta membangun kebiasaan mengatur arus kas, menyiapkan dana darurat, memahami profil risiko investasi, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan masing-masing. Menutup paparannya, Abdul mengutip pesan perencana keuangan Dave Ramsey yang menjadi inti penting literasi finansial.
"Merencanakan keuangan membuat kita tahu ke mana uang akan digunakan, bukan terus bertanya-tanya ke mana uang kita telah habis," katanya.
Melalui BIG Care Fest 2026, BIG berharap budaya hidup sehat tidak hanya diwujudkan melalui kesehatan fisik, tetapi juga ketangguhan mental dan kecakapan finansial. Ketiga aspek tersebut diyakini menjadi bekal penting bagi ASN dalam menghadapi perubahan, menjaga produktivitas, serta membangun keluarga yang lebih tangguh dan sejahtera.
Reporter: Kesturi Haryunani
Editor: Intan Pujawati