Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
en | id
Selasa, 07 Juli 2026   |   WIB
Perkuat Penginderaan Jauh dan Infrastruktur Geospasial, BIG Jajaki Kerja Sama Strategis dengan BRIN

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kunjungan kerja ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor, pada Kamis, 18 Juni 2026. Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi strategis dalam penyediaan citra satelit, pengelolaan dan penyimpanan data geospasial, pemanfaatan infrastruktur komputasi berperforma tinggi (High Performance Computing/HPC), hingga pengembangan layanan publik berbasis geospasial.

Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut komunikasi yang telah terjalin antara pimpinan kedua lembaga mengenai kebutuhan data penginderaan jauh untuk mendukung tugas dan fungsi BIG.


Pertemuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kunjungan kerja ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno /Risa K

“Salah satu yang sejalan dengan kebutuhan BIG adalah pemanfaatan data citra satelit, termasuk untuk mendukung penyusunan dan pemutakhiran informasi geospasial. Selain itu, kami juga ingin memahami bagaimana mekanisme penyimpanan, keamanan, dan akses data yang dapat dikerjasamakan ke depan,” ujar Belinda.

Menurutnya, kerja sama dengan BRIN berpotensi memperkuat penyediaan data dasar geospasial yang lebih mutakhir, akurat, dan mudah diakses untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Dalam diskusi tersebut, BIG juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur digital untuk mempercepat pengolahan dan penyebarluasan data geospasial. Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial BIG Ibnu Sofian menyampaikan, kedua lembaga memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dalam pengolahan data, publikasi informasi, hingga penyediaan sistem cadangan layanan.

“Kami juga melihat peluang kerja sama dalam penyediaan citra resolusi menengah hingga tinggi untuk mendukung pembaruan data geospasial secara berkelanjutan melalui mekanisme change detection,” kata Ibnu.

Ia menambahkan, bahwa pemanfaatan HPC dan otomatisasi pengolahan data akan menjadi kunci untuk mempercepat pembaruan informasi geospasial nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN M. Rokhis Khomarudin memaparkan berbagai inisiatif riset dan pengembangan yang tengah dijalankan BRIN, termasuk pembangunan ekosistem data geospasial nasional yang terintegrasi.


Kunjungan Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono ke data center BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno /Risa K

“Kami memiliki program yang disebut Geoinformatika Multi Input Multi Output Indonesia, yang bertujuan mengumpulkan berbagai data satelit dan data spasial lainnya untuk kemudian diolah melalui sistem dan engine analitik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kategori pengguna, mulai dari publik, pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta,” jelas Rokhis.

Menurut Rokhis, BRIN juga terus mengembangkan layanan berbasis penginderaan jauh, kecerdasan artifisial, dan komputasi berperforma tinggi yang dapat menjadi fondasi kerja sama strategis dengan BIG dalam memperkuat pengelolaan data geospasial nasional.

Melalui pertemuan ini, BIG dan BRIN menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam penyediaan, pengelolaan, dan pemanfaatan data geospasial serta penginderaan jauh. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat transformasi digital, dan mendorong pembangunan nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, dalam kunjungan ini rombongan BIG dipimpin oleh Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono dengan didampingi Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Ibnu Sofian; Direktur Pemetaan Rupabumi Wilayah Darat Ade Komara; Direktur Standar dan Teknologi Informasi Geospasial; Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Mone Iye Cornelia Marschiavelli; serta Kepala Biro Perencanaan, Sumber Daya Manusia, dan Organisasi Akhmad Yulianto Basuki.

Reporter: Risa Krisadhi
Editor:Kesturi Haryunani