Jumat, 21 Agustus 2026   |   WIB
id | en
Jumat, 21 Agustus 2026   |   WIB
Mengolah Data, Merangkai Cerita, Menjangkau Pembaca

Cibinong, Berita Geospasial – Mengubah data dan informasi geospasial yang kompleks menjadi cerita yang ‘renyah’ dan mudah dipahami ternyata membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis. Penulis perlu memahami substansi, mengenali kebutuhan pembaca, sekaligus menemukan cara menyampaikan informasi teknis dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Sestama BIG Belinda Arunarwati Margono dan Ka Biro HHMK Mone Iye Cornelia Marschiavelli
membuka Workshop Penulisan Artikel Populer /Risa K

Menjawab tantangan tersebut, Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar Workshop Penulisan Artikel Populer bertajuk `Dari Gagasan Menjadi Publikasi` pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh di Aula Bhumandala ini dirancang untuk menjembatani sekat antara bahasa teknis dengan kebutuhan informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Sekretaris Utama BIG Belinda Arunarwati Margono mengatakan, tantangan utama dalam menulis terletak pada kemampuan mengubah ide atau laporan teknis yang formal dan cenderung kaku menjadi tulisan populer yang lebih membumi.

“Setiap individu itu unik, dan keunikan tersebut pasti tercermin dalam gaya tulisannya. Saya sangat berharap rekan-rekan sekalian dapat mengembangkan potensi menulis, sehingga akan lahir talenta-talenta, konten kreator, atau mungkin penulis blog, atau penulis opini di media massa,” uangkapnya saat membuka kegiatan.

Menurut Belinda, kemampuan menulis tidak hanya berguna untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan. “Semoga workshop ini betul-betul bisa menghasilkan karya yang tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga membawa misi untuk menyampaikan informasi geospasial lebih mudah dipahami dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.


Pemateri pertama disampaikan Akbar Hiznu Mawanda /Risa K

Materi pertama disampaikan Akbar Hiznu Mawanda. Ia mengajak peserta menemukan ide dari hal-hal yang mereka temui dalam pekerjaan sehari-hari. Melalui topik `Menemukan Ide dan Menyusun Kerangka Tulisan`, peserta belajar melihat persoalan, pengalaman, maupun keresahan di lingkungan kerja sebagai bahan untuk membangun cerita.

Akbar juga memperkenalkan struktur praktis dalam penulisan artikel populer, mulai dari membangun hook yang menarik perhatian, mengembangkan masalah dan data menjadi narasi, hingga menyusun penutup yang meninggalkan kesan bagi pembaca.

Pendekatan tersebut membantu peserta melihat bahwa tulisan berbasis data tidak harus tampil kaku. Data tetap menjadi fondasi, tetapi penulis perlu mengemasnya dalam alur cerita yang relevan agar pembaca dapat memahami pesan tanpa harus berhadapan dengan istilah teknis yang berlebihan.

Pada sesi berikutnya, Pimpinan Redaksi Majalah Geospasial Indonesia Achmad Faisal Nurghani membahas `Teknik Dasar Menulis Artikel Populer dan Media Publikasi`. Ia memperkenalkan tiga tahapan penting untuk menghasilkan tulisan efektif, yaitu think clearly, write freely, dan edit ruthlessly.

Tahap pertama menekankan pentingnya berpikir jernih dengan mengenali audiens dan menentukan pesan utama. Setelah itu, penulis perlu menuangkan gagasan secara bebas tanpa terlalu cepat membatasi ide. Tahap terakhir adalah menyunting tulisan secara ketat, baik dari sisi struktur, substansi, maupun tata bahasa.

Workshop tidak berhenti pada pemaparan materi. Sebanyak 55 peserta dari berbagai unit teknis di BIG langsung ditantang mengolah gagasan menjadi draf artikel populer.

Dua karya peserta kemudian dipilih sebagai sampel untuk dievaluasi bersama. Editor Majalah Geospasial Indonesia Kesturi Haryunani Pendari memberikan masukan editorial sekaligus memperkenalkan teknik swasunting yang dapat digunakan penulis untuk memeriksa dan memperbaiki naskah secara mandiri.

Melalui proses tersebut, peserta diajak mengenali bagian tulisan yang masih lemah, memperbaiki alur, menghilangkan kesalahan, memperkuat hubungan antarparagraf, serta meningkatkan keterbacaan artikel. Kemampuan menyunting cukup penting, karena tulisan yang telah selesai dibuat belum tentu langsung siap dipublikasikan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus tindak lanjut workshop, draf artikel peserta yang memenuhi kriteria penilaian akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan di Majalah Geospasial Indonesia.

Lebih jauh, workshop ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru di BIG, yaitu mendokumentasikan pengetahuan, capaian, dan pekerjaan teknis melalui tulisan yang mampu menjangkau pembaca lebih luas. Dengan begitu, informasi geospasial tidak hanya berhenti sebagai data dan laporan teknis. Ketika diolah menjadi cerita yang kuat, informasi tersebut dapat menjadi pengetahuan yang lebih mudah dipahami, dibagikan, dan dimanfaatkan masyarakat.

Reporter: Intan Pujawati
Editor: Kesturi Haryunani