Jakarta, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) mengusulkan anggaran sebesar Rp2,43 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Usulan ini disampaikan langsung Kepala BIG Muh Aris Marfai saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis, 4 September 2025.
Kepala BIG menegaskan, bahwa program prioritas BIG adalah penyediaan peta dasar skala besar 1:5.000 yang mencakup seluruh wilayah Indonesia seluas 1,9 juta km². Peta ini menjadi kunci penting dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan sumber daya alam.
“BIG juga sedang membangun sistem produksi peta terintegrasi atau Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun,” ujar Aris.

Kepala BIG, Muh Aris Marfai dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi XII DPR RI. dok.BIG/Huswantoro
Saat ini, lanjut Aris, BIG telah menuntaskan pemetaan dasar Indonesia skala 1:50.000. Namun, untuk mendukung Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan percepatan investasi, dibutuhkan peta dengan skala lebih detail 1:5.000. Namun, baru sekitar 10 persen wilayah Indonesia yang sudah terpetakan pada skala tersebut.
Dengan tambahan pembiayaan dari World Bank sebesar Rp4,3 triliun, BIG menargetkan seluruh wilayah Indonesia dapat terpetakan dengan skala 1:5.000 dalam tiga tahun ke depan.
Tak hanya fokus pada pemetaan, BIG juga menyoroti dampak langsung Informasi Geospasial terhadap penerimaan negara. Salah satu contohnya adalah pada sektor pengelolaan perkebunan sawit. Berkat dukungan data geospasial, negara berhasil mengambil alih lebih dari 2 juta hektare lahan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal.
“Informasi Geospasial bukan sekadar peta, tetapi alat strategis untuk meningkatkan pendapatan negara dan mendukung kebijakan berbasis bukti,” ucap Aris.
Dari total Rp2,43 triliun yang diusulkan, terdapat kenaikan Rp161 miliar dibandingkan usulan awal sebesar Rp2,27 triliun. Tambahan anggaran ini akan difokuskan untuk memperkuat sosialisasi Informasi Geospasial kepada masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan dukungan anggaran pemerintah dan pembiayaan internasional, BIG optimistis dapat mempercepat penyediaan peta skala besar untuk seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mendorong tata kelola ruang yang lebih tepat, meningkatkan investasi, serta memperkuat kedaulatan negara melalui data geospasial yang akurat dan terintegrasi.
Reporter: Huswantoro Anggit
Editor: Kesturi Haryunani