Senin, 02 Maret 2026   |   WIB
en | id
Senin, 02 Maret 2026   |   WIB
Dari Luka ke Lapang, Refleksi Ramadan Bersama Muslimah BIG

Cibinong, Berita Geospasial – Menyemarakkan bulan suci Ramadan, Badan Informasi Geospasial (BIG) menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Idrisi menyelenggarakan kajian muslimah bertema Ramadhan Tanpa Beban: Membebaskan Diri dari Luka dan Trauma dengan Terapi Pemaafan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi para muslimah di lingkungan BIG dan tamu undangan.

Acara dibuka dengan tilawah Alquran, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua DKM Al Idrisi Fandy Tri Admajaya dan Laila Martinen dari Dharma Wanita Persatuan Badan Informasi Geospasial (DWP BIG) yang menegaskan pentingnya kesiapan batin dalam menyambut Ramadan. Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal, termasuk sesi foto bersama sebelum memasuki kajian inti.

Kajian menghadirkan Any Suryani, penulis buku Menyembuhkan Diri dengan Terapi Memaafkan. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami kembali makna memaafkan sebagai proses menyembuhkan diri.


Narasumber Any Suryani, penulis buku Menyembuhkan Diri dengan Terapi Memaafkan /dok. Humas

Any juga menekankan bahwa memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan membebaskan diri dari beban emosi negatif. “Energi mental cepat habis. Jika kita tidak memaafkan, yang paling dirugikan adalah diri sendiri,” ujarnya.

Menurut Any, langkah awal memaafkan dimulai dengan mengenali luka, menerima emosi yang muncul, lalu secara sadar melepaskannya agar hati menjadi lebih tenang dan lapang.

Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta berbagi pengalaman personal tentang luka batin dan pergulatan memaafkan.

Diskusi berlangsung hangat dan reflektif. Panitia juga menghadirkan kuis interaktif, door prize, serta pembagian voucher potongan harga buku sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.

Menutup sesi, Any menyampaikan pesan yang mengundang perenungan. “Memaafkan berarti menyadari bahwa kita sedang berinteraksi dengan manusia yang tidak sempurna, sebagaimana kita juga tidak sempurna,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi penegas bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membersihkan hati, merawat kesehatan mental, dan melangkah dengan jiwa yang lebih ringan.

Reporter: Nazwa Aulia Utomo
Editor: Kesturi Haryunani