Selasa, 24 Februari 2026   |   WIB
en | id
Selasa, 24 Februari 2026   |   WIB
“Pelatihan SIG Menjadi Bagian Penting dalam Mendukung Kinerja Kementerian”

Berita Geospasial, Cibinong – Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG) Badan Informasi Geospasial (BIG) membuka Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Tingkat Dasar pada Senin, 23 Februari 2026. Pelatihan selama 10 hari ini diikuti 15 peserta dari bagi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang difokuskan pada penguatan kemampuan dasar pengolahan serta analisis data spasial untuk mendukung tugas pengelolaan lingkungan hidup.

Kepala PPKIG Ratna Sari Dewi mengatakan, penguasaan data dan informasi geospasial menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi kompleksitas persoalan lingkungan, mulai dari perizinan, pengendalian pencemaran, hingga mitigasi bencana. Menurutnya, setiap keputusan pembangunan, seperti pendirian pabrik, aktivitas pertambangan, maupun penanganan bencana, memerlukan data spasial yang akurat agar kesesuaian lokasi dan batas wilayah dapat dipastikan.


Kepala PPKIG Ratna Sari Dewi membuka pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Tingkat Dasar /dok. BIG

“Pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks dan menuntut ketepatan data,” ujar Ratna dalam sambutannya.

Ratna menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan kompetensi aparatur yang harus selaras dengan tuntutan kinerja dan perkembangan teknologi. Ia berharap peserta tidak sekadar memenuhi kewajiban institusi, tetapi juga meningkatkan kapasitas profesional sehingga mampu menerapkan SIG secara nyata dalam pekerjaan sehari-hari.

Sedangkan, Chaezar Iqbal A. Ali P. dari KLH/BPLH menyampaikan bahwa pelatihan SIG dasar mendapat perhatian khusus pimpinan kementerian sebagai bagian dari upaya transformasi kelembagaan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi, terutama dalam pengelolaan dan analisis data spasial yang semakin strategis.

“Pelatihan SIG ini menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja kementerian, khususnya dalam aspek pengelolaan dan analisis data spasial,” kata Iqbal.

Melalui pelatihan ini, aparatur KLH/BPLH diharapkan mampu memanfaatkan sistem informasi geografis secara optimal dalam proses pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan SIG yang tepat dinilai akan mendorong pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia menjadi lebih efektif, terukur, dan akuntabel.

Reporter: Risa Krisadhi
Editor: Kesturi Haryunani