Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Adi Sanggoro menyelenggarakan `Seminar Geo-Future: Tren dan Tantangan Geospasial di Era Digital` pada Rabu, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Informasi Geospasial (HIG) 2025 dan peringatan Satu Dekade GSMart X Decade.
Tujuan seminar ini adalah menumbuhkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan teknologi geospasial di era digital yang semakin berkembang pesat. Kepala SMK Adi Sanggoro Ade Reza Haryanto menyebut, seminar ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan industri digital.
Ade menilai, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan minat dan kesadaran siswa terhadap bidang geospasial. “Seminar ini langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan menghadapi tantangan digital. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat berinovasi dan terus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ketua Yayasan SMK Adi Sanggoro Sony Anggoro turut mengapresiasi dukungan BIG dalam kegiatan ini. Ia mendorong para siswa untuk berani berproses, menghargai usaha, dan memanfaatkan kesempatan belajar dari para ahli.
“Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah dalam mempersiapkan tenaga muda yang adaptif dan kompeten,” ungkapnya.
Seminar juga menghadirkan narasumber dari BIG dan mitra industri geospasial yang membahas berbagai topik aktual, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, profesionalisme surveyor, hingga pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK agar siap menghadapi dunia kerja.
Melalui kolaborasi ini, BIG dan SMK Adi Sanggoro berkomitmen memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri geospasial. Keduanya berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap berkontribusi dalam transformasi digital Indonesia.
Reporter: Azzahra Putri Khairani
Editor: Kesturi Haryunani