Kamis, 03 September 2026   |   WIB
id | en
Kamis, 03 September 2026   |   WIB
Indonesia Perkuat Referensi Gayaberat dengan Gandeng Jepang

Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Direktorat Sistem Referensi Geospasial bekerja sama dengan Department of Physical Geodesy, Geospatial Information Authority of Japan (GSI) melaksanakan survei dan pengukuran gayaberat absolut di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 17–30 Agustus 2026 ini menyasar dua lokasi strategis, yakni Laboratorium Gayaberat BIG dan Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB).


Gravimeter absolut tipe FG5 milik GSI /Abdi

“Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah BIG untuk bergabung dalam International Terrestrial Gravity Reference Frame (ITGRF), sebuah kerangka referensi gayaberat global yang menghubungkan data geodetik antarnegara,” ujar Direktur Sistem Referensi Geospasial BIG Moh. Fifik Syafiudin.

Pengukuran tersebut menjadi bagian dari upaya BIG memperkuat infrastruktur geodetik nasional, khususnya melalui pembangunan Jaring Kontrol Gayaberat Nasional. Langkah ini sekaligus mendukung amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dalam menyediakan referensi geospasial yang akurat dan dapat diandalkan.

Pada pelaksanaannya, tim menggunakan gravimeter absolut tipe FG5 milik GSI, instrumen berpresisi tinggi yang mampu mengukur percepatan gravitasi bumi secara langsung. Pengukuran di setiap lokasi dilakukan selama lima hari dengan target ketelitian hingga 1 mikroGal, tingkat presisi yang sangat tinggi dalam pengukuran geodesi.

Tim juga mengumpulkan berbagai data pendukung untuk memastikan kualitas hasil pengukuran. Data tersebut mencakup koordinat geodetik teliti pada setiap pilar gayaberat, gradien gayaberat, serta sejumlah parameter koreksi, termasuk pengaruh pergerakan kutub bumi.

Nilai gayaberat absolut yang dihasilkan akan menjadi referensi bagi berbagai kegiatan survei dan pengukuran gayaberat di Indonesia. Keberadaan referensi yang teliti ini dapat mendukung kebutuhan kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, maupun sektor swasta dalam berbagai bidang, seperti pemetaan, pembangunan infrastruktur, konstruksi, penelitian, dan mitigasi bencana.

Upaya tersebut menegaskan komitmen BIG untuk membangun fondasi informasi geospasial yang akurat, andal, dan berstandar internasional. Dengan referensi gayaberat yang semakin kuat, data geospasial diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih baik bagi penelitian, pelayanan publik, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Reporter: Bagas Triarahmadhana
Editor: Kesturi Haryunani