Cibinong, Berita Geospasial - Gelaran Bhumandala Award kategori penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) saat ini telah memasuki penilaian tahap dua. Bhumandala Award ini merupakan penghargaan kepada penyelenggara IGT yang telah berhasil menyelenggarakan IGT sesuai dengan prinsip satu peta dan satu data Indonesia. Sebanyak 10 kementerian/lembaga (K/L) mengikuti penjurian yang berlangsung di Kantor BIG pada 7 Oktober 2024 secara hybrid.
“Dengan adanya Bhumandala Award kategori penyelenggaraan IGT, harapannya dapat memacu K/L membuat peta secara mandiri, berkualitas sesuai dengan standar, dan tentunya dapat diberbagi-pakaikan,” jelas Tandang Yuliadi Dwi Putra, Ketua Tim Panitia Penilaian, yang juga Surveyor Pemetaan Ahli Madya BIG.
Pada tahap kedua ini, penilaian mencakup komitmen pimpinan terhadap penyelenggaraan IGT, pemberdayaan sumber daya manusia dan penganggaran, tata kelola dan proses penyelenggaraan IGT, dampak penggunaan IGT, serta keberlanjutan penyelenggaraan IGT. Penilaian akan memperebutkan predikat untuk penyelenggaraan IGT terbaik, termasuk posisi satu, dua, dan tiga, serta penyelenggaraan IGT favorit.
“Peserta tahun ini tidak hanya terdiri dari K/L yang berhubungan langsung dengan pemetaan, tetapi juga K/L lain yang mungkin tidak familiar dengan pemetaan, seperti IGT yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian,” ungkap Tandang.
Diharapkan pada tahun mendatang, Bhumandala Award penyelenggaraan IGT tidak hanya diikuti oleh K/L, tetapi juga oleh pemerintah daerah, sektor swasta, maupun komunitas geospasial, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Makmun, yang turut hadir mengucapkan terima kasih kepada BIG yang telah membimbing pemetaan dalam menata lahan peternakan dan pertanian.
“IGT bermanfaat untuk identifikasi potensi lahan peternakan yang mendukung program pengembangan sapi potong dan sapi perah. Selanjutnya, geospasial dapat memetakan ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan susu sapi perah, serta mendukung program makan bergizi dan minum susu gratis,” jelas Makmun.
Sebagai informasi tambahan, rapat pleno dilakukan pada hari yang sama, dengan nilai akhir penjurian akan diumumkan kemudian kepada para peserta. (SMN/TYDP/LR)