Bogor, Berita Geospasial – Badan Informasi Geosapsial (BIG) telah rampung menyusun 64 wilayah perencanaan (WP), dari 83 WP yang direncanakan untuk peta dasar yang akan digunakan sebagai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Penyusunan peta dasar untuk RDTR ini menggunakan Anggaran Belanja Tambahan Bagian Angaran Bendahara Umum Negara (ABT BA BUN) Tahun Anggaran 2023 di Direktorat Jenderal Tata Ruang (DJTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Kami sangat menyambut kegiatan yang diselenggarakan Kementerian ATR/BPN ini, karena output BIG bisa menjadi outcome untuk kementerian/lembaga/pemerintah daerah,” ucap Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) BIG Yosef Dwi Sigit Purnomo usai penyerahan surat persetujuan penggunaan Informasi Geospasial Dasar (IGD) kepada Kementerian ATR/BPN di Cisarua, Bogor, pada Jumat, 1 Desember 2023.
Yosef menjelaskan, penyusunan peta dasar untuk kegiatan bantuan teknis RDTR melalui ABT BA BUN ini menggunakan sumber data citra hasil orthorektifikasi BIG. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar delineasi.
Sementara itu, Kementerian ATR/BPN yang diwakili Direktur Jenderal Tata Ruang Gabriel Triwibawa mengatakan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan peta dasar hasil bantuan teknis ini ke dalam sistem Online Single Submission (OSS). “Langkah ini selaras dengan amanah Undang-Undang Cipta Kerja terkait penerapan sistem OSS yang bertujuan mempermudah rencana investasi di daerah,” terangnya.
Status WP saat ini, sebanyak 42 surat persetujuan pembuatan (SPP) telah diserahkan BIG ke Direktorat Jendral Tata Ruang Kementerian ATR/BPN pada 1 Desember 2023. Selanjutya, sebanyak 22 WP diserahkan pada 6 Desember 2023.
Selanjutnya, surat persetujuan penggunaan 17 WP yang sedang dalam proses penyusunan peta dasar akan dikirimkan melalui surel oleh Tim Terpadu. Surat persetujuan penggunaan akan dikirimkan setelah proses penyusunan selesai.
Sebagai informasi, acara ini juga dihadiri Koordinator Pembinaan Pemetaan Tata Ruang, Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG Ryan Pribadi dan Ketua Tim Kerja Verifikasi Unsur Peta Rupabumi Indonesia, Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PRT) BIG I Wayan Gede Krisna Arimjaya. (PTRA/NIN)