Tegal, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menuntaskan survei batimetri, pengukuran garis pantai, dan pengumpulan nama rupabumi wilayah laut di Kabupaten dan Kota Tegal, Jawa Tengah. Survei yang dimulai pada September 2026 ini berhasil mengidentifikasi 35 fitur nama rupabumi, melampaui target awal sebanyak 20 fitur. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya BIG memperkuat ketersediaan informasi geospasial dasar untuk mendukung perencanaan dan penataan ruang wilayah pesisir.

Survei Pemetaan garis pantai menggunakan USV oleh Direktorat PRLWP /Edwin R
“Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan data batimetri yang nantinya digunakan dalam penyusunan unsur peta dasar laut, seperti hipsografi, garis pantai, serta nama rupabumi wilayah laut dan pantai,” kata Direktur Pemetaan Rupabumi Wilayah Laut dan Pantai BIG Astrit Rimayanti, saat supervisi kegiatan di Pantai Alam Indah, Kota Tegal pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Pada kegiatan ini juga telah dirampungkan pengukuran garis pantai sepanjang 16 kilometer dan survei batimetri seluas 135 kilometer persegi. Dengan berakhirnya pelaksanaan survei lapangan, data yang terkumpul menjadi bahan penyusunan unsur peta dasar laut dan pantai yang mencakup informasi kedalaman, garis pantai, dan nama rupabumi wilayah laut dan pantai.

Proses pemetaan USV dengan kehadiran antar lembaga dan kementrian /Edwin R
Astrit berharap, hasil survei dapat dimanfaatkan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan nasional. “Koordinasi dan sinkronisasi antar lembaga diperlukan agar informasi geospasial wilayah pesisir dan laut dapat dimanfaatkan secara terpadu,” ujarnya.
Kebutuhan tersebut tidak berhenti pada penyediaan peta dasar. Informasi geospasial harus diintegrasikan dengan data lain, termasuk kondisi ekologi dan kestabilan dasar laut.
“Integrasi dilakukan agar dapat memberikan gambaran wilayah pesisir secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, data survei dapat mendukung analisis kondisi kawasan dan menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan pembangunan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Syahrudin.

Survei Pemetaan garis pantai menggunakan UAV oleh Direktorat PRLWP /Edwin R
Wakil Ketua Pelaksana Kegiatan Lufti Rangga Saputra berharap, data hasil survei dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pemangku kepentingan. “Khususnya untuk mendukung pengembangan wilayah dan perencanaan tata ruang agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang,” katanya.
Rampungnya survei ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perencanaan kawasan pesisir berbasis data. Pemanfaatan hasil survei secara lintas sektor akan menentukan sejauh mana informasi geospasial tersebut mendukung penyelarasan tata ruang darat dan laut, pengelolaan potensi wilayah, serta pembangunan pesisir yang terencana dan berkelanjutan.
Pada survei ini juga dilaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan pengolahan data secara hybrid yang turut dihadiri Analis Kebijakan Ahli Muda Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Akbar Fitriyasa; Analis Kebijakan Ahli Pertama Asisten Deputi Penyelenggaraan Tata Ruang dan Penataan Agraria Kemenko IPK Wisnu Murti; Pengelola Ekosistem Pesisir dan Laut Ahli Muda Kementerian Kelautan dan Perikanan Andi Maya Purnamasari; serta Tenaga Ahli Madya Bidang Kemitraan Daerah Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Indaryanto.
Reporter: Edwin Rico
Editor: Kesturi Haryunani