Cibinong, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) menerima kunjungan studi banding Siswa Kursus Interpretasi Foto Udara (Sus Interpretasi) Angkatan ke-2 dari Pusat Pendidikan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Pusdik Kodiklatau) 500/Umum pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para perwira siswa untuk memperdalam pengetahuan tentang analisis foto udara, sekaligus memahami proses penyediaan data dan informasi geospasial.

Kunjungan studi banding Siswa Kursus Interpretasi Foto Udara (Sus Interpretasi) Angkatan ke-2 dari Pusat Pendidikan Komando Pembinaan Doktrin di BIG /Edwin R
“Kunjungan ini merupakan rangkaian kurikulum pendidikan udara dengan maksud dan tujuan untuk menambah pengetahuan serta memperluas wawasan para perwira siswa dalam analisis dan interpretasi foto udara,” ujar Kepala Sekolah Pusdik Kodiklatau 500/Umum Agus Sucahyo.
Pada sesi materi, Tika Nurhasanah dari Direktorat Pemetaan Rupabumi Wilayah Darat BIG memaparkan peran data geospasial dasar dalam mendukung penyediaan informasi geospasial yang akurat dan konsisten. Ia menjelaskan bahwa data geospasial dasar menjadi fondasi penyusunan dan pemutakhiran informasi geospasial, sekaligus mendukung analisis keruangan, perencanaan wilayah, pemantauan perubahan, dan pengambilan keputusan.
“Data geospasial dasar tidak hanya menjadi acuan dalam penyusunan peta dasar, tetapi juga membantu menjaga konsistensi informasi spasial dan mendukung pemanfaatan informasi geospasial lintas sektor,” jelas Tika.

Materi pengetahuan tentang analisis foto udara /Edwin R
Peserta kemudian diajak menelusuri perkembangan penyediaan Peta Rupabumi Indonesia (RBI), mulai dari penggunaan peta peninggalan pemerintah Hindia Belanda hingga pemanfaatan teknologi digital dan sensor modern. Perkembangan tersebut mencakup penggunaan foto udara untuk pemetaan regional sejak 1969, pemetaan rupabumi digital pada 1993, serta pemanfaatan data radar dan foto udara digital pada periode berikutnya.
“Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam proses pemetaan. Pemanfaatan berbagai sumber data dan metode pengumpulan yang semakin beragam memungkinkan penyediaan informasi geospasial dengan tingkat kedetailan dan ketelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan,” papar Tika.
Selain membahas teknologi, kegiatan ini memperkenalkan tantangan BIG dalam menyediakan peta dasar untuk seluruh wilayah Indonesia. Luas wilayah, keragaman topografi, kondisi permukiman, serta tutupan awan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam pemilihan metode survei. Karena itu, BIG menerapkan pendekatan bertahap dengan memanfaatkan teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan ketelitian data.
Para siswa juga memperoleh gambaran mengenai akses dan pemanfaatan data geospasial dasar serta peta dasar melalui layanan digital BIG. Pemahaman ini memperluas wawasan peserta tentang bagaimana data hasil survei udara diolah menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik dalam perencanaan maupun analisis wilayah.
Rangkaian studi banding ditutup dengan kuis interaktif menggunakan Kahoot untuk menguji pemahaman peserta atas materi yang disampaikan. Suasana kompetitif dalam sesi tersebut sekaligus mencairkan suasana setelah rangkaian pemaparan teknis.
Melalui kegiatan ini, BIG dan TNI Angkatan Udara diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan sinergi dalam pemanfaatan informasi geospasial. Pertemuan tersebut juga membuka ruang pembelajaran bersama mengenai peran data geospasial yang andal dalam mendukung berbagai kebutuhan analisis dan pengambilan keputusan.
Reporter: Nabila Yuniar Sarasdwiati
Editor: Kesturi Haryunani