Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Workshop Pengelolaan Arsip Informasi Geospasial “Mewujudkan Pengelolaan Arsip Tertib dan Profesional

Cibinong, Berita Geospasial – Informasi Geospasial merupakan data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian demikian bunyi kutipan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (UU-IG). Berbekal landasan Undang-Undang tersebut ada himbauan untuk mendorong penggunaan Informasi Geospasial (IG) ke dalam penyelenggaraan pemerintahan dan ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya kegiatan kearsipan.

"Dunia tanpa arsip akan menjadi dunia tanpa ingatan, tanpa kebudayaan, tanpa hak-hak yang sah, tanpa pengertian akan akar sejarah dan ilmu serta tanpa identitas kolektif" (Liv Mykland, ICA, 1992). Dalam upaya mengelola arsip dibutuhkan Arsiparis yang handal yaitu seseorang yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan.

Untuk mewujudkan arsiparis handal, Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan Workshop Pengelolaan Arsip Informasi Geospasial dengan tajuk “Mewujudkan Pengelolaan Arsip Tertib dan Profesional". Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa dan Rabu, 19 dan 20 September 2017 di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat yang dihadiri oleh Sekretaris Utama BIG, sejumlah pejabat struktural serta pejabat fungsional arsiparis: BIG, Kementerian LHK, LAPAN, BPPT dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor serta Arsiparis Purna Bakti BIG dengan jumlah keseluruhan adalan 67 (enam puluh tujuh) orang peserta.

Dalam 2 (dua) hari workshop tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Direktur Pengolahan Arsip ANRI, Drs. Azmi, M.Si dengan materinya Pengelolaan Arsip Kartografi dan Trainer Trasco. Adapun materi yang disampaikan pada workshop ini adalah pemahaman akan makna profesional, kerja profesional, sikap profesional dan kebijakan profesi seorang arsiparis. Seorang arsiparis profesional adalah individu yang bekerja sesuai kompetensi, sesuai prosedur  dan target. Untuk mencapai arsiparis profesional diperlukan beberapa unsur pendukung diantaranya: Ilmu Pengetahuan, Keterampilan, Tingkah laku dan Pengalaman.

Selain paparan tersebut diatas, workshop ini juga menampilkan sejumlah materi lainnya diantaranya mengenai program kegiatan BIG yaitu Informasi Geospasial Dasar yang disampaikan oleh Ka.Pus PPRT, Informasi Geospasial Tematik oleh Ka.Pus PPIT dan Infrastruktur Informasi Geospasial oleh Ka.Pus SKIG, pengelolaan arsip Informasi Geospasial oleh Ka.Pus PPIG, membaca peta dan pengenalan Citra oleh Ka.Balai Diklat Geospasial.

 

Kegiatan workshop ini diakhiri dengan foto bersama, kegiatan team building dan evaluasi terkait materi yang disampaikan.(MAR/AS)