Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Universitas Udayana Selenggarakan Seminar Nasional : PPIDS untuk Menunjang Pembangunan Daerah

Denpasar, Berita Geospasial BIG – Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) di Universitas Udayana Denpasar Bali telah dibangun pada tahun 2014 merupakan kerja sama antara BIG dengan Unud.  Kerja sama ini sangat penting mengingat perguruan tinggi merupakan tempat penempaan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah, diharapkan nantinya akan terbentuk SDM bidang IG yang mumpuni dan profesional di seluruh Indonesia pula.

Untuk mensosialisasikan adanya PPIDS di UNUD, maka diadakanlah Seminar Nasional “Peranan PPIDS untuk Menunjang Pembangunan Daerah” bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar Bali pada Rabu, 9 September 2015.  Acara yang dibuka oleh PR IV Universitas Udayana, I Made Suastra diikuti oleh kurang lebih 35 peserta yang merupakan perwakilan dari Bappeda Provinsi, Bappeda Kab/Kota, Kemendagri, Polri dan lainnya dari Bali, Nusra dan Lampung.  Dalam sambutannya I Made Suastra menyampaikan bahwa setelah acara ini harapannya ada keberlanjutan untuk saling mengisi dalam menghasilkan IG yang tepat dan akurat untuk kepentingan bersama. Sebelumnya Dekan Fak. Pertanian UNUD, I Nyoman Rai menyatakan bahwa adanya PPIDS di UNUD merupakan upaya proaktif BIG yang berupaya menyebarluaskan IG tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah dengan merangkul perguruan tinggi, diantaranya adalah UNUD.

Undang-undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dalam pasal 53 mengamanatkan bahwa Pemerintah wajib memfasilitasi pembangunan infrastruktur Informasi Geospasial untuk memperlancar penyelenggaraan IG. Pembangunan simpul-simpul jaringan informasi geospasial yang telah dilakukan di berbagai instansi dan daerah sesuai Perpres No. 27 Tahun 2014 merupakan salah satu perwujudan amanat Undang-undang tersebut. Secara umum, tugas PPIDS UNUD adalah membantu BIG dalam hal pembinaan kepada simpul jaringan agar pembangunan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dapat terlaksana dengan lancar dan cepat  terwujud. PPIDS bertugas membina Simpul Jaringan yang berada di sekitar wilayah UNUD, yaitu kabupaten/kota di daerah Bali dan Nusra. Dengan adanya PPIDS maka Simpul Jaringan dapat berkonsultasi mengenai teknis membangun Simpul Jaringan dalam JIGN. Selain itu, proses berbagi-pakai dan penyebarluasan IG dapat terlaksana lebih baik dan lancar pula.

Hadir sebagai narasumber pada seminar nasional ini adalah Andi Rinaldi, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Simpul Jaringan Informasi Geospasial, Pusat Standardisasi dan Kelembagaan IG (PSKIG) BIG, yang memberikan materi terkait “Simpul Jaringan, Penghubung Simpul Jaringan dan PPIDS dalam Jaringan IG Nasional (JIGN)”.  Andi dalam presentasinya menjelaskan bahwa ada sekitar 150 UU di Indonesia yang terkait dengan IG. Diantaranya adalah tentang Rencana Detail Tata Ruang, Pajak Bumi dan Bangunan, Kelautan dan lain sebagainya. BIG berkewajiban menyelenggarakan IG Dasar (IGD) dan mengintegrasikan IG Tematik (IGT) yang diselenggarakan BIG dan instansi lain supaya tidak tumpang tindih. Oleh karena itu, BIG sebagai penghubung simpul jaringan juga mempunyai peran penting yaitu membina sekitar 600 simpul jaringan yang ada di 57 kementerian/lembaga, 34 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota.

Selain menghadirkan pembicara dari BIG, acara seminar tersebut juga mengundang tim dari ESRI sebagai penyedia software IG. ESRI memberikan lisensi kepada UNUD baik itu dosen maupun mahasiswa yang sedang penelitian. Ini merupakan langkah positif untuk mendukung sosialisasi IG dengan membentuk SDM bidang IG yang kompeten di daerah. (ATM/LR/TR).