Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Temanggung Melek Spasial 2018

Temanggung - Berita Geospasial - Pada Jumat, tanggal 9 Maret 2018, BIG mengadakan acara Diseminasi Informasi Geospasial (IG) di Temanggung, Jawa Tengah dengan mengambil tema ‘Pemanfaatan IG untuk mendukung Pembangunan Daerah secara Tepat dan Akurat’. Acara ini merupakan bentuk kegiatan bersama BIG dengan Anggota Komisi VII DPRI RI, sebagai mitra BIG di DPR RI. Acara yang diselenggarakan di Balai Desa Tanjungsari, Kecamatan Tlogo Mulyo, Temanggung Jawa Tengah ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, kepala desa/ lurah serta sekretaris desa/lurah dari sekitar 12 desa di Kecamatan Tlogo Mulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dengan total peserta lebih dari 100 orang.

Mengawali acara Desiminasi IG, Kepala Desa Tanjungsari, Bandrio, sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyatakan berterima kasih karena desa Tanjungsari menjadi tempat acara ini, dan kebahagiannya dikunjungi BIG dan Komisi VII DPR RI, Eni Maulani, dan menyampaikan bahwa mayoritas penduduk disini adalah sebagai petani dengan kondisi geografis, serta kultur tanah yang ada. Pemerintah Kabupaten Temanggung memprioritaskan tiga komoditas utama sebagai unggulan disektor pertanian. Ketiganya adalah tembakau, kopi dan bawang putih.

Sementara itu Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponimi (PPRT) BIG, Ida Herlingsih, mengatakan bahwa kehadiran BIG di Desa Tanjungsari dapat meningkatkan pengetahuan tentang informasi spasial pada masyarakat Desa, dan sekitarnya ikut serta mendukung percepatan pembangunan desa dengan tepat dan akurat. Dengan adanya diseminasi IG ini diharapkan mendapatkan ilmu baru yang dapat bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah daerah khususnya desa-desa di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Ida kemudian menyampaikan tahapan–tahapan pembakuan nama rupabumi mulai dari identifikasi, inventarisasi, verifikasi, hingga penetapan nama. Dalam paparannya beliau pun menyebutkan “Nama rupabumi adalah aset daerah yang harus dipelihara dan dibakukan. Maka dari itu perlu adanya peran serta aparat daerah setempat dalam proses pembakuan nama rupabumi yang dilaksanakan secara berkesinambungan”. Dengan IG, potensi daerah bisa lebih mudah untuk mengenalkan potensi daerahnya dengan peta indikatif akan ketahuan berapa luas suatu daerah desanya. Peta itu sangan penting, bahkan pulau kecil pun harus dipetakan dan diberi nama”, ungkapnya.

Sementara itu Anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani, dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat diuntungkan oleh kondisi alam karena memiliki kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur, dan wilayah perairan yang luas, pemetaan daerah merupakan suatu langkah dalam memantau penyebaran produksi pertanian. Dengan pemetaan tersebut diharapkan produksi pertanian yang optimal dapat diperoleh dan ketahanan pangan dapat tercapai dengan mengoptimalkan produksi pertanian. Hal itu dilakukan dengan menciptakan variasi produksi pertanian, bibit yang unggul, pupuk, dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kemajuan teknologi dapat memberikan signal positif bagi terciptanya ketahanan pangan. Kondisi tersebut akan berdampak positif jika dilakukan dengan seksama untuk kesejateraan masyarakat. (HH/LR)