Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

STKIP Ahlussunah Bukittinggi Bertandang ke BIG

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Sebagai lembaga penyelenggara utama Informasi Geospasial Dasar (IGD) di Indonesia, BIG menjadi rujukan bagi banyak pihak yang ingin belajar Informasi Geospasial (IG). Secara berkala BIG menerima kunjungan dari berbagai pemerintah daerah, swasta, serta akademisi yang ingin belajar tentang IG di BIG. Berbagai sekolah maupun universitas silih berganti berkunjung ke BIG untuk memperdalam lagi pengetahuan tentang IG pada umumnya, maupun tentang peta, sebagai salah satu produk dari BIG. Kali ini BIG menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Ahlussunah Bukittinggi  yang ingin belajar tentang IG di BIG.

Para mahasiswa jurusan Geografi STKIP Ahlussunah Bukittinggi sebanyak 54 mahasiswa beserta 2 dosen pembimbing menyambangi BIG pada Rabu, 17 Februari 2016 dengan disambut oleh Yudi Irwanto, yang mewakili Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BIG, bertempat di Aula BIG. Osronita selaku dosen pembimbing, sekaligus perwakilan dari STKIP Ahlussunah Bukittinggi menjelaskan tujuan melakukan kunjungan ke BIG adalah untuk mendapatkan pembekalan mengenai IG, sekaligus menjalin kerjasama di bidang pemetaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Yuni Hartanta, staf Bidang Promosi dan Kerja Sama, Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) BIG yang menjelaskan mengenai pengenalan IG, BIG, Sejarah, Tugas serta Fungsinya.

Selanjutnya adalah paparan dari Pusat Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG yang dibawakan oleh Randhi Atiqi mengenai Pemanfaatan Atlas untuk Proses Belajar Mengajar. Dalam paparannya, dijelaskan pentingnya atlas dalam proses pengajaran terutama dalan bidang Geografi. "Pemanfaatan atlas tidak hanya untuk mereka yang normal, saat ini BIG membuat atlas peta yang ditujukan untuk para tuna netra sehingga mereka yang menyandang tuna netra dapat belajar mengenai informasi geospasial", jelas Randhi kepada peserta yang hadir. Sebelum masuk ke materi paparan selanjutnya, dilakukan pertukaran cindera mata antara BIG yang diwakili Yudi Irwanto, dengan STKIP Ahlussunah Bukittinggi  yang diwakili oleh Osronita. BIG memberikan produk BIG kepada sekolah untuk dijadikan bahan ajar maupun untuk menambah koleksi perpustakaan, seperti : Peta NKRI, Buku NKRI dari Masa ke Masa, Majalah Geospasial Indonesia, Buku Sains Indonesia, serta beberapa produk souvenir BIG seperti topi BIG, dan lain-lain.

Berikutnya adalah paparan dari Biro Perencanaan, Kepegawaian, dan Hukum (PKH) BIG, Eka Kurniawan yang menyampaikan materi terkait Kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang IG.  Dalam pemaparan ini disampaikan bahwa IG itu penting, namun tidak akan jalan bila tidak ada dukungan sumber daya manusia. Mengingat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan datang, tentu sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi SDM IG Indonesia agar tidak kalah atau tergerus dengan SDM Asing yang dipastikan akan memasuki Indonesia kemudian hari. Apalagi SDM IG sendiri di Indonesia masih terbatas, oleh karena itu bidang IG ini menjadi ranah yang menarik untuk dikembangkan. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Ina-Geoportal oleh Orpa Molama perwakilan dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG. Ia menjelaskan bagaimana BIG sebagai penghubung simpul jaringan  memiliki tugas penting dalam penyelenggaraan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) di Indonesia. Hal ini  bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam berbagi pakai data dan penyebarluasan IG yang merujuk kepada one map policy, dalam hal ini BIG sebagai wali data. Pada kesempatan itu dilakukan pula demo terkait Ina-Geoportal agar para peserta bisa memanfaatkan portal BIG tersebut, yang bisa digunakan juga untuk mengunduh data.

Selesai paparan, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG sebagai dapur utama pembuatan peta dasar BIG. Disana, para mahasiswa dapat melihat dan memperoleh penjelasan mengenai proses strereoplotting. Terakhir, para siswa juga berkunjung ke sentra peta BIG di Gedung C untuk melihat hasil akhir beragam produk yang dihasilkan, terutama peta rupabumi yang dihasilkan BIG. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi pembuka untuk menjalin tali silaturahim dan kerja sama antara kedua pihak di masa depan. Dan terutama meningkatkan pengetahuan para mahasiswa peserta kunjungan tentang IG yang nantinya bisa digunakan untuk mendukung berbagai tugas dan kegiatan yang dilaksanakan. (MS/LR)