Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

SMP Santo Yoseph Jakarta Turut Belajar Ilmu Geospasial ke BIG

Sudah menjadi keharusan bagi Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk membagikan ilmu kepada masyarakat luas tentang peran penting Informasi Geospasial (IG) untuk berbagai tahapan pembangunan. Ini sesui dengan amanah UU No 4 Tahun 2011 tentang IG yang menunjuk BIG sebagai penyelenggara dan pembina IG di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah melalui BIG menerima berbagai pihak yang datang berkunjung ke BIG untuk menimba ilmu tentang IG.

Salah satunya adalah SMP Santo Yoseph Jakarta, yang pada hari Selasa, 14 Februari 2017 lalu datang bertandang ke BIG untuk mengenal lebih jauh IG. Rombongan yang berjumlah sekitar 13 orang ini merupakan siswa kelas 7 yang didampingi sejumlah guru. Mereka diterima di Ruang Rapat Gedung Utama Kantor BIG, di Cibinong. Di awal pertemuan, Yohanes Panab sebagai guru pembimbing rombongan mengutarakan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk belajar dan mengenal apa itu IG dan BIG sebagai penyelenggaranya.

Hadir sebagai penerima rombongan adalah tim kunjungan dari pusat PPKS dan beberapa pusat teknis BIG. Luciana Retno dari  PPKS BIG mengawali presentasi kunjungan BIG dengan menjelaskan profil umum dari BIG. Dijelaskan bahwa peta merupakan gambaran sebagian permukaan bumi yang ditampilkan dalam bidang datar, dengan skala tertentu diselenggarakan oleh BIG. Peta ini  dapat dilaksanakan untuk dasar pijakan pemerintah dan banyak pihak lain, salah satunya untuk merencanakan pembangunan.

Agar para siswa yang datang berkunjung lebih mendapat gambaran langsung tentang bidang kerja apa saja yang ada di BIG, hadir memberikan paparan berikutnya adalah dari pusat-pusat teknis BIG.  Ririn Threesiana dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG hadir menjelaskan proses pemetaan rupabumi. Peta Rupabumi merupakan salah satu Informasi Geospasial Dasar (IGD) yang harus diacu para pengguna IG dalam penyelenggaraannya. Pemetaan Rupabumi yang dihasilkan BIG dilaksanakan melalui berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari akuisisi data yang menggunakan foto udara, satelit dan lain-lain, kompilasi data, survei lapangan dan proses kartografi serta penyimpanan data. Dari peta dasar inilah, peta-peta tematik lanjutan dibuat untuk berbagai keperluan.

Selanjutnya adalah paparan dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG, Satrio Jati  yang menjelaskan tentang mengenal kekayaan Indonesia melalui atlas. Dijelaskan bahwa cukup banyak produk atlas yang dihasilkan BIG diantaranya Atlas Nasional Indonesia (ANI), Atlas Provinsi dan atlas lainnya. Selain BIG juga membuat Atlas untuk orang yang berkebutuhan khusus (Tuna Netra) yaitu Atlas Taktual yang telah diujicobakan di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai tema yang dibuat.

Presentasi dari pusat teknis yang ketiga adalah dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG yang mempresentasikan tentang Demo Ina-Geoportal oleh Indres Deswita. Indres menjelaskan bahwa Ina-GeoPortal merupakan portal bersama milik pemerintah untuk berbagi pakai informasi geospasial yang dapat digunakan untuk para siswa untuk belajar membuat peta dari yang sederhana sampai yang tingkat lanjut.  Dengan memanfaatkan peta dari ina-geopartal, masyarakat dapat mengeksplor berbagai infomasi berbagai tema peta dari berbagai instansi sesuai kebutuhan.

Selepas mendapatkan penjelasan tentang BIG beserta sejumlah bidang pekerjaannya tentang IG, para siswa mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sentra peta BIG, disitu mereka bisa melihat secara langsung peta yang dihasilkan BIG berupa peta cetak, dan lain-lain. Setelah itu, para peserta melanjutkan kunjungan mereka ke PPRT BIG untuk melihat secara langsung salah satu proses pemetaan, yaitu stereoplotting. Disitu para peserta bisa mencoba alat pemetaan yang digunakan BIG. Harapannya, timbul kesadara dalam benak dan sanubari mereka bahwa IG memang mutlak dibutuhkan untuk berbagai tahapan pembangunan dan banyak aktifitas manusia. (ATM/LR)