Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

SMA Cahaya Fadilah Belajar Ilmu Geografi di BIG

 

 

Cibinong, Berita Geospasial BIG  Informasi Geospasial (IG) merupakan data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian demikian bunyi kutipan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi  Geospasial (UU-IG).

Penyampaian IG kepada masyarakat khususnya dunia pendidikan sudah menjadi agenda tetap BIG dalam penerimaan kunjungan dan ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian BIG akan IG. Hari ini, Kamis 8 Februari 2018, untuk yang kedua kalinya sejak tahun 2017, BIG menerima tamu dari siswa-siswi SMA Cahaya Fadilah, Jakarta. Dalam suasana sukacita, Siswa-Siswi Kelas X yang berjumlah 55 orang dan didampingi oleh 6 orang guru datang ke BIG untuk belajar geografi sesuai materi pelajaran yang mereka pelajari di kelas.

Sebagai awal acara, Yudi Irwanto didaulat untuk menerima para tamu ini sekaligus memberikan kata sambutan mewakili BIG. Sedangkan dari SMA Cahaya Fadilah, balasan kata sambutan BIG disampaikan oleh Nuraida, Guru Ekonomi. Usai saling memberikan kata sambutan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari BIG ke SMA Cahaya Fadilah.  Selanjutnya, Yudi memberikan materi mengenai profil BIG di hadapan para tamu dengan bahasa dan materi yang mudah dipahami.

Paparan dilanjutkan materi dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik yang diwakili oleh Febrian Maritimo. Berikutnya Pembelajaran mengenai proses pembuatan Peta Peta Rupabumi Indonesia disampaikan oleh Rizki Akbar dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim. Selanjutnya Indah Khurotul Aini dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan IG menjadi pemapar terakhir pada kunjungan hari ini. Dengan bahasa dan materi cukup sederhana, Indah mengenalkan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dengan aplikasi yang sedang dikembangkan BIG dalam menyebarluaskan IG kepada masyarakat terutama untuk remaja tingkat SMA. Indah mengajak siswa-siswi SMA Cahaya Fadilah beralih menggunakan aplikasi tanahair.indonesia.go.id dalam ber-internet untuk mempelajari IG. Model atau fitur yang disampaikan sangat mudah digunakan sama seperti halnya menggunakan aplikasi Gojek atau Grab bilamana kita hendak bepergian dan tidak kalah canggih dari produk luar yang beredar saat ini.

Situasi siswa-siswi pada kunjungan saat itu sangat antusian, terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan yaitu mengenai seberapa perlu IG digunakan dalam pengambilan kebijakan negara dan bagaimana hasil  pemotretan drone bilamana benda yang difoto berkondisi rusak. Secara bergantian Rizki dan Indah menjawab pertanyaan tersebut. Kesimpulannya, IG memang bisa digunakan untuk pengambilan kebijakan negara sebagai contoh bilamana negara membutuhkan informasi tentang data rakyat miskin di suatu daerah, maka Badan Pusat Statistik (BPS) akan memberikan data statistik daerah dengan jumlah penduduk berkategori miskin lalu Kementerian Dalam Negeri melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan memberikan data penduduk miskin tersebut dengan menginformasikan daftar Kartu Keluarga kemudian BIG menampilkan IG yang terdapat daerah dengan penduduk berkategori miskin yang sedang didata. Dari sejumlah data tersebut, negara melalui pemerintah merumuskan sejumlah kebijakan untuk memberi solusi terbaik kepada penduduk berkategori miskin tersebut.  Itulah yang dinamakan berbagi pakai data untuk pengambilan kebijakan negara. Sedangkan untuk pertanyaan mengenal hasil gambar Drone disampaikan bahwa pemotretan drone tidak bisa menyajikan gambar benda rusak di permukaan karena metode yang dilakukan merupakan penginderaan jauh sehingga butuh dilakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Kunjungan hari ini diakhiri dengan penyampaian cinderamata dari SMA Cahaya Fadilah kepada BIG. Sesi foto bersama menjadi penutup rangkaian kunjungan SMA Cahaya Fadilah Jakarta mulai dari pagi sekitar jam 9 dan berakhir menjelang waktu makan siang. Para siswa ini masih memiliki jadwal belajar lagi ke Planetarium, Jakarta. [AS/TR]