Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Seminar Sehari : BIG Menuju Pemetaan Skala Besar

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Semakin ke kini permintaan kepada BIG dari berbagai kalangan baik Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah dalam penyediaan informasi geospasial skala besar untuk berbagai kepentingan semakin meningkat. Kepentingan tersebut diantaranya untuk pemetaan batas desa, pemetaan rencana detil tata ruang, penyediaan lahan baku sawah serta dalam pengelolaan hutan dan kehutanan. Hal ini merupakan tantangan pada BIG agar bekerja lebih keras lagi untuk menyediakan data dan informasi geospasial dimaksud. Sebenarnya BIG sudah lama menyediakan peta skala besar, namun masih belum tersedia untuk wilayah yang luas. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada Kamis 15 Oktober 2015 bertempat di Aula Utama, BIG menyelenggarakan Seminar Sehari yang bertajuk "BIG Menuju Pemetaan Skala Besar".  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pencanangan Hari Informasi Geospasial  dan Hari Jadi BIG ke-46 yang puncak acaranya akan jatuh pada 17 Oktober 2015.  Dalam seminar ini BIG mengajak para akademisi dan pakar untuk turut memberikan buah pikirannya untuk mendukung BIG dalam menyediakan data dan informasi geospasial skala besar guna mendukung pembangunan di Indonesia.

Dalam sambutannya Kepala BIG, Priyadi Kardono mengatakan bahwa untuk menjawab tantangan tersebut BIG akan menyediakan informasi geospasial untuk percepatan kegiatan tersebut diantaranya dengan menyediakan Citra Satelit Resolusi Tinggi yang telah ditegakkan.  Setiap K/L ataupun pemerintah daerah dapat menggunakan data tersebut untuk mendukung percepatan pembangunan. Seminar yang menghadirkan para pakar Informasi Geospasial tersebut dihadiri oleh perwakilan K/L, Pemerintah Daerah, Akademisi, Asosiasi Perusahaan terkait IG serta para Pejabat di lingkungan BIG.

Seminar sehari dibagi ke dalam 2 sesi.  Para pembicara Sesi 1 yang dimoderatori Ade Komara Mulyana Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Besar BIG.  Pada sesi ini difokuskan pada pemetaan skala besar dalam penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar.  Adalah Hasanuddin Z. Abidin Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB menyampaikan materi tentang Pemetaan Rupabumi Skala Besar, yang dilanjutkan oleh  judul Kosasih Priatna dari FITB ITB juga dengan materi Pengembangan Geoid Nasional untuk Pemetaan Skala Besar dan pembicara terakhir adalah Arief Fasial Arjono dari Asosiasi Kontraktor Kelautan dengan materi Pemetaan Laut untuk Menunjang Pembangunan Poros Maritim.

Pada paparannya Hasanuddin mengatakan bahwa profesi geospasial sangat penting dan dibutuhkan banyak pihak terutama pada level tekniksi atau surveyor. Sebagai contohnya di Jepang, negara maju tersebut banyak didukung oleh karyawan atau pegawai di level teknisi. Untuk itu dibutuhkan banyak tenaga IG  pada level dimaksud untuk menunjang pembangunan melalui IG. Oleh karena itu BIG sangat penting dan dibutuhkan banyak pihak. Terkait dengan penyediaan peta skala besar, Hasanuddin mengatakan, jika BIG ingin masuk pada skala besar tentunya juga harus mengikuti kaidah atau pakem sesuai dengan keilmuan geodesi atau geoinformatika dalam pembuatan peta skala besar. Mengenai SRGI Hasanuddin mengatakan harus banyak disosialisasikan ke berbaga kalangan terkait IG. Mengenai infrastruktur, maka standar IG harus ditekankan, tidak hanya BIG, namun diperlukan partisipasi masyarakat, akademisi dan berbagai kalangan dalam penguatan standar di bidang IG ini. 

Selanjutnya pada sada sesi ke-2 dipandu oleh Suprajaka Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG).  Sesi ini lebih menekankan pada segi dukungan Citra Satelit resolusi Tinggi (CSRT) Penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik (IGT) untuk Mendukung RDTR dan Pemetaan Desa.  Hadir sebagai pembicara ke-1 adalah Projo Danoedoro dari Fakultas Geografi UGM dengan membawakan materi berjudul Pemanfaatan CSRT dalam Penyelenggaraan IGT untuk mendukung RDTR dan Pemetaan Desa, kemudian bagaimana Peranan IG dalam PembangunanDesa dan Daerah Pinggiran : Konsep dan Kriteria, disampaikan oleh Andri Kurniawan dari Fakultas Geografi UGM juga.  Dan pembicara terakhir adalah dari Kementerian Dalam Negeri yaitu Eko Prasetyanto Purnomo Putra dengan judul Lesson Learned Kementerian Dalam Negeri dalam Pemanfaatan IG untuk Mendukung Pembangunan Desa.

Setiap sesi setelah disampaikan berbagai materi oleh para narasumber, maka dilakukan diskusi yang dilakukan oleh para pakar yang hadir sebagai pembahas.  Para pakar ini turut memberikan sumbangsih pikirannya sejalan dengan materi yang disampaikan setiap sesinya.  Banyak manfaat dan informasi terkini yang dapat diperolah oleh para peserta yang notabene adalah para pejabat struktural BIG.  Ke depan dengan berbagai hasil diskusi yang diperoleh, maka penyelenggaraan pemetaan skala besar dapat dilaksanakan secara masif sehingga "menuju skala besar" yang sudah dilakukan dapat mencapai momentumnya, dan pada akhirnya permasalahan penyediaan peta skala besar dapat diselesaikan dan hasilnya dapat digunakan oleh semua khalayak insan di bidang informasi geospasial. (YI/ATM/TR)