Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Seminar Geography Geochamp VII 2018 di UNNES mengusung tema Kontribusi Geografi dalam menyongsong Era Bonus Demografi dengan Mengoptimalisasi IG

Semarang, Berita Geospasial – 13 Oktober 2018, pada penyelenggaraan tahun VII ini Geography Geochamp 2018 yg diadakan di Unnes Semarang mengusung tema “ Kontribusi Geografi dalam menyongsong Era Bonus Demografi Di Indonesia melalui Optimalisasi Informasi Geospasial “. Dalam Seminar Nasional ini dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan Bidang Pengembangan SDM Apik Budi Santoso, Dia menyampaikan tema ini diangkat  karena 2045 piramida penduduk Indonesia secara penelitian merupakan usia produktif.

Geografi merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh generasi muda. Geografi sebagai disiplin ilmu yang memelajari tentang fenomena geosfer dalam lingkup spasial memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Ruang lingkup studi yang mencakup kajian fisik dan interaksi manusia dengan lingkungannya serta aspek sosial yang ada, geografi diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan pembangunan, seperti dalam kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kependudukan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yang saat ini sedang mengalami era bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif meningkat dua kali lipat sehingga menurunkan rasio ketergantungan. Hal ini dapat menjadi sebuah peluang maupun tantangan. Peluang karena banyaknya penduduk usia produktif dapat dijadikan sumber daya bagi industri dan untuk mengurangi beban ketergantungan penduduk. Namun juga menjadi sebuah tantangan apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkan penduduk usia kerja tersebut sehingga menyebabkan banyaknya angka pengangguran dan beban ketergantungan semakin tinggi. Oleh karena itu, perlunya membuat suatu kebijakan dalam menghadapi era bonus demografi ini, salah satunya melalui optimalisasi informasi geospasial sebagai sarana untuk memetakan wilayah persebaran penduduk usia produktif serta lapangan perkerjaan, sehingga penyerapan penduduk usia produktif sebagai tenaga kerja dapat berjalan secara optimal.

peserta Kompetisi GeoTulis ini di ikuti oleh 83 Peserta yg terdiri dari 58 sekolah di seluruh Indonesia ada yang dari Bengkulu, Gianyar dan daerah yang lain, dalam hal  ini dengan diadakannya seminar harapannya untuk adik adik yg mengikuti acara dan kompetisi diharapkan bisa memberikan sesuatu karya yang bisa menjadikan sebuah terobosan dan inovasi dibidang Geografi.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Talkshow bersama 3 Nara Sumber A. Ari Dartoyo M. Eng Assesor Standardisasi IG BIG Dr. Eva Banowati, M.Si., Dosen Geografi UNNES;  dan Regina Maria Hitoyo, M.Eng. Manager of Education and Community Development Program PT. ESRI Indonesia

selaku perwakilan dari Badan Informasi Geospasial yang hadir didalam Seminar Nasional geography Geochamp di Unnes Ari Dartoyo menyampaikan perlu dikembangkan kepekaan kita untuk meningkatkan mental map yaitu pengetahuan seseorang terhadap lingkungan disekitarnya karena untuk generasi sekarang (milenial) kebanyakan tidak begitu peduli terhadap lingkungan sekitar, namun ada beberapa keuntungan dan kekurangan generasi sekarang (milenial) salah satu kekurangannya adalah kurangnya interaksi langsung dengan sesama dan lingkungan. Jadi banyak yang tidak tahu secara spasial yang ada di sekitar kita. Seharusnya dengan kemudahan teknologi saat ini dengan adanya gadget atau smartphone generasi milenial seharusnya dapat memanfaatkan gadget tersebut karena banyak aplikasi yang berbasis spasial untuk dipelajari. Karena generasi milenial kelebihannya adalah mempunyai  pengetahuan yang tinggi  dan ketrampilan yang banyak  dan mudah belajar dengan hal hal baru karena rasa penasarannya yg tinggi.

Ari melanjutkan untuk mengetahui, Bagaimana pengukuran kompetensi Sumber Daya Manusia ? , Ari menjelaskan bahwa melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) user bisa mengukur Kompetensi  sesuai bidang yang dimiliki, karena melalui SKKNI akan diperoleh Sertifikat Profesi yang akan diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tuturnya.

Kemudian Regina Maria Hartoyo narasumber yang kedua dari perwakilan PT ESRI Indonesia sebanyak lebih 1700 instansi di Indonesia yang menggunakan IG karena setiap perubahan tersebut memiliki kontribusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi Indonesia saat ini, terutama aspek keseimbangan lingkungan. salah satu cara efektif untuk menanganinya adalah dengan memiliki Informasi Geospasial (IG) resmi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. IG berfungsi sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Yang perlu diperhatikan sehubungan dengan bonus geografi adalah jangan sampai menjadi masalah dan beban negara tetapi setiap masalah yang ada bisa menjadi tantangan untuk maju. Salah satunya menggunakan teknologi IG.

Sebagai contoh Dr, Jhon Snow GOT menggunakan GIS untuk penentuan lokasi kasus Kolera, contoh lainya GIS dapat mengetahui perkembangan kota secara 2D dan3D bahkan bisa juga untukpembuatan games utopia dll.

Dan terakhir sebagai narasumber talkshow ini adalah Eva Banowati Dosen geografi UNNES, pada abad 21 sangat diperlukan kesiapan para guru geografi untuk menghadapai tantangan zaman, kita ketahui bersama di abad 21 adalah abad berbagai macam kejadian ada krisis ekonomi ada pemanasan global dll. Hal itu perlu diantisipasi salah satunya melalui pendidikan geografi.

Pada tahun 2045 bonus geografinya adalah besarnya usia produktif  geografi sebagai unsur yang cukup dominan memiliki peran yang tidak ringan dalam merespon era abad 21 karena tugas dan tanggung jawab guru geografi sangat kompleks dan tidak mudah.

Berdsarkan data kemendikbud 2018 cita-cita siswa adalah menjadi tenaga professional dan setiap hari membaca lebih dari 3 jam bagi mereka yang menggunakan gadget, untuk itu diharapkan dengan adanya gadget dapat digunakan untuk menunjang pendidikan para siswa.

Sebagai  penutup acara talkshow seminar geomatika geography Geochamp VII 2018 ada beberapa pertanyaan dari peserta, tapi ada 1 pertanyaan yang paling menarik dari pertanyaan peserta salah satu Guru dari Demak, Mengapa Mata Pelajaran Geografi itu adanya di Ilmu Sosial sedangkan di Perguruan Tinggi Geografi masuk di Fakultas MIPA atau Ilmu Pengatahuan Alam ?, sedangkan syarat untuk masuk kuliah di Ilmu Geografi harus dari Jurusan IPA ?

Dari salah satu narasumber menjawab dan menjelaskan yaitu Eva Banowati, pertanyaan ini sangat sering dipertanyakan, tapi jangan bersedih bu ! dan para peserta yang ingin mengambil Jurusan Geografi karena UNNES adalah satu-satunya di Indonesia Universitas yang mau menerima siswa yang ingin masuk Jurusan Geografi lulusan SMA dari jurusan IPS, terus disambut meriah oleh peserta tanda bahwa masih ada harapan bagi siswa siwa SMAyg dari Ilmu social yang masih bisa mengambil pilihan Ilmu Geografi sebagai pilihan setalah lulus SMA. (IP)