Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Sejarah Survei dan Pemetaan Nusantara - 40 Tahun BAKOSURTANAL

Nusantara merupakan warisan dunia yang tiada tara. Belasan ribu pulaunya tersembul di atas perariaran dangkal yang luas disebut Benua Maritim. Wilayahnya yang subur dan kaya keragaman hayati seja dulu jadi incaran bangsa lain di muka bumi ini. Jejak-jejak kehadiran para penjelajah dan penjajah itu terbaca dalam peta yang mereka buat.

Data sejarah mencatat Kegiatan survei dan pemetaan di negeri kepulauan ini dilakukan sejak delapan abad lalu. Peta paling awal justru dibuat oleh bangsa Nusantara sendiri. Menurut tulisan C.J. Zandvliet dari Belanda dalam Jurnal Holland Horizon tahun 1994, peta administratif pernah dibuat pada masa Raden Wijaya memerintah Kerajaan Majapahit. Peta itu diserahkan kepada tentara Yuan yang menaklukkan kerajaan tersebut pada tahun 1292.

Dari waktu ke waktu survei dan pemetaan mengalami kemajuan sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pengembangan teknologi survei dan pemetaan di Nusantara ini peran penting bangsa kolonial Belanda yang menjajah selam 3,5 abad memang tidak dapat dipungkiri.

Namun pasca-kemerdekaan bangsa Indonesia - terutama sejak dibentuknya Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) - mulai mengambil peran dalam melakukan survei dan pemetaan serta  menghasilkan berbagai jenis peta dan atlas untuk beragam keperluan.

Pada ulang tahunnya yang ke-40 yaitu pada 17 Oktober 2009, BAKOSURTANAL melacak jejak sejarah pengembangan survei dan pemetaan di Nusantara dengan melihatnya dari berbagai aspek, mulai dari pembentukan organisasi, SDM, dan teknologi yang digunakan.

Selama empat dasawarsa terakhir kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan BAKOSURTANAL sangat ditunjang oleh perkembangan Iptek di bidang informasi geospasial (survei dan pemetaan) yang sangat pesat, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga penyajian data spasial, baik cetak maupun digital.

Selama empat dasawarsa, sudah banyak prestasi yang dicapai BAKOSURTANAL antaral lain dalam bidang informasi geospasial untuk penataan ruang, pemetaan perbatasan, kehutanan, dan pertambangan. BAKOSURTANAL berperan dalam menyediakan informasi geospasial untuk pengelolaan bencana alam dan penegasan batas wilayah antar mereka.

Semua itu terangkum dalam bentuk buku yang berjudul Survei dan Pemetaan Nusantara.

Klik di sini untuk mendownload buku.