Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Segera Terapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, BIG Kunjungi Kota Surabaya

Surabaya, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) terus berbenah. Sebagai salah satu instansi penyelenggara negara, BIG mempunyai tanggung jawab melaksanakan pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang Informasi Geospasial (IG). Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, BIG berencana segera menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu. Hal ini dilakukan untuk menghapus pandangan tentang pelayanan yang berbelit-belit dan memakan waktu lama

Untuk mengawali penerapan pelayanan terpadu satu pintu, maka BIG melakukan studi banding ke Kota Surabaya pada tanggal 30 Maret 2017 lalu. Pemilihan Kota Surabaya sebagai tujuan studi banding didasarkan pada banyaknya penghargaan pelayanan publik yang telah diraih kota ini. Salah satunya adalah Surabaya Single Window (SSW) yang dianugerahi sebagai Top 9 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2014 oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Studi banding dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPPKS) BIG, Wiwin Ambarwulan; didampingi oleh Kepala Balai Layanan Jasa dan Produk Geospasial PPPKS BIG, B.J. Pratondo; serta beberapa orang staf. Studi banding kali ini difokuskan pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), yang berlokasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jalan Tunjungan No. 1-3 Gedung Eks. Siola Lantai 3 Surabaya.

Hadir sekaligus membuka kegiatan studi banding, adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Eko Agus Supiadi Sapoetro. Eko menyebutkan bahwa pelayanan masyarakat merupakan prioritas dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Surabaya. “Salah cara meningkatkan pelayanan publik adalah dengan membuat suatu sistem pelayanan online, Surabaya Single Window (SSW)”, ungkapnya.

Selanjutnya, Zulchaidir selaku Kepala UPTSA Kota Surabaya, memberikan paparan singkat profil UPTSA Kota Surabaya. UPTSA adalah lembaga non struktural yang memberikan pelayanan publik di Pemerintah Daerah. Terdapat dua UPTSA di Surabaya, yaitu UPTSA Pusat dan UPTSA Timur. Keduanya mempunyai fungsi yang sama dengan jenis pelayanan yang sama, hanya lokasinya saja yang berbeda. Saat ini sudah terdapat 153 jenis pelayanan perizinan dan non perizinan dari 20 SKPD di Pemerintah Kota Surabaya. UPTSA bisa diakses melalui web Surabaya Single Window (SSW) https://ssw.surabaya.go.id/, juga dalam aplikasi berbasis Android yang bisa diunduh di Playstore. Dengan adanya web atau aplikasi, user bisa langsung mengajukan permohonan perizinan via online melalui PC atau smartphone Android, sekaligus melakukan monitoring atas progress pengajuan permohonan tersebut.

Zulchaidir memberikan masukan bahwa yang pertama kali harus dilakukan BIG adalah menyiapkan daftar jenis pelayanan yang akan diberikan, kemudian membuat bisnis prosesnya, dilanjutkan dengan membuat SPM, SOP dan persyaratannya, serta dibuat sistem reward and punishment. Kemudian perlu direkrut tenaga ahli yang berkompeten untuk membangun sistemnya, serta tim yang membantu tenaga ahli.

Terkait pelayanan publik di BIG, Wiwin menyebutkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik di BIG sudah baik, namun belum memiliki sarana layanan terpadu. “Kami merasa perlu melakukan kunjungan ke UPTSA Kota Surabaya sebagai sarana studi banding sekaligus pembelajaran bagi kami untuk mengimplementasikan unit pelayanan terpadu satu pintu di BIG”, ujar Wiwin.

Melalui kegiatan ini diharapkan personil BIG akan semakin memahami pelayanan publik di BIG, mampu menerapkan pelayanan terpadu satu pintu, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat, mudah dan tepat waktu, serta membuat citra BIG di masyarakat semakin baik. Perbaikan tentu akan terjadi dimulai dari yang paling kecil, dengan pelayanan yang baik, niscaya berbagai aspek lain yang ada di BIG juga semakin baik. Oleh karena itu setiap pihak yang ada di BIG wajib menerapkan pelayanan publik yang prima, tak terkecuali. (NH/LR)