Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

SD Al Azhar Syifa Budi Belajar Peta Menyenangkan di BIG

Cibinong, Berita Geospasial - Badan Informasi Geospasial (BIG) kerap dikunjungi berbagai lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pada Selasa, 12 Maret 2019 , sebanyak 76 siswa siswi dari SD Al Azhar Syifa Budi Cibinong Bogor melaksanakan kunjungan belajar ke Badan Informasi Geospasial. Pelaksanaan kunjungan ini dalam rangka untuk memperkenalkan BIG sebagai penyedia Informasi Geospasial (IG) di Indonesia kepada para siswa. Rombongan diterima di Gedung S Lantai 2, Aula Utama BIG oleh perwakilan Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) BIG Agung Teguh Mandira, beserta dengan para narasumber kunjungan dari beberapa unit kerja yang ada di BIG.

Acara dimulai dengan sambutan dari salah Guru perwakilan SD Al Azhar Syifa Budi Cibinong Bogor, Ika, ia mengucapkan terima kasih kepada BIG karena memberi kesempatan bagi siswa/i-nya untuk berkunjung ke BIG dalam rangka untuk mengenal lebih dekat apa itu IG, yang salah satu produk utamanya adalah peta.

“Terima kasih kami ucapkan atas penerimaan terbuka dari BIG, semoga kunjungan ini dapat bermanfaat bagi para siswa – siswi”. Ujar Ika.

Agung Teguh Mandira Perwakilan dari Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) BIG pun mengungkapkan bahwa pada prinsipnya BIG sangat terbuka bagi seluruh institusi yang ingin berkunjung untuk berbagi ilmu pengetahuan.

“BIG sebagai lembaga pemerintah sangat terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin melakukan kunjungan”. Ucap Agung.

Presentasi pertama mengenai pengenalan terkait profil BIG oleh Achmad Faisal yang sekaligus menjadi moderator dalam kegiatan kunjungan kala itu, peserta diberikan penjelasan mengenai peran BIG dalam pemerintahan, tugas pegawai di BIG dan berbagai macam manfaat IG dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu adalah presentasi mengenai Memahami potensi wilayah melalui peta oleh perwakilan dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas BIG, Satrio Jati. Dalam pemaparannya Satrio menjelaskan bahwa peta bisa menjadi patokan atau acuan untuk sumber daya alam, sumber daya manusia, batas wilayah hingga rujukan pembangunan.

Abed Nego Baputra Surveyor Pemetaan dari Bidang Kebencanaan dan Perubahan Iklim selanjutnya mengisi materi mengenai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak, menurut Abed UAV atau salah satunya jenis yang paling dikenal di Indonesia adalah drone memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, salah satunya ialah dari segi waktu lebih efektif dan effisien, namun kekurangannya apabila UAV atau drone tidak dirawat dengan baik maka akan rentan cepat dengan kerusakan. Papar Abed.

Kunjungan kali ini ditutup oleh materi dari Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) yang disampaikan oleh Najib Khoerul Amin, kali ini Najib menjelaskan tentang fungsi peta dalam penentuan batas wilayah di daerah daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (/AR)