Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Roadshow Geospasial di SMA Negeri 1 Cibinong “Be Spatial to be Special”

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Badan Informasi Geospasial kembali menyelenggarakan Roadshow Geospasial di tahun 2015 kepada siswa-siswi SMA se-Jabodetabek. SMA Negeri 1 Cibinong, merupakan sekolah pertama yang dikunjungi BIG dalam rangkaian Roadshow Geospasial ini.  Roadshow yang bertema " Be Spatial to be Special" diharapkan agar para siswa-siswi dapat lebih mengenal lagi tentang bagaimana pentingnya Informasi Geospasial.

Roadshow yang berlangsung pada 15 Mei 2015, diikuti lebih dari 150 siswa-siswi SMA Negeri 1 Cibinong dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Cibinong Ayi Kosasih.  Dalam sambutannya Ayi menekankan bahwa bidang informasi geospasial paling dekat dengan mata pelajaran geografi, untuk itu para siswa diharapkan mempelajarinya dengan seksama karena ilmu ini sangat penting untuk mengenali lingkungan kita dan untuk mengenali negara kita.  "Dengan ilmu geografi maka kita semua akan lebih mudah memahami ilmu-ilmu kebumian lainnya" ujar Ayi. 

Sementara itu Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Sri Lestari Munajati, yang mewakili Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama BIG, memberikan gambaran bahwa sebenarnya para siswa sudah mengenal apa itu informasi geospasial, dengan menggunakan gadget yang setiap hari digenggamannya.  Contohnya pada waktu menjelaskan posisi sedang dimana, itu pada dasarnya menggunakan informasi geospasial. Aplikasi yang sering digunakan di dalam telepon genggamnya adalah "google map".  Aplikasi ini sangat umum digunakan untuk menentukan posisi suatu tempat, dan sangat membantu, namun untuk masalah presisi dan akurasi, masih dipertanyakan.  Oleh karena itu menggunakan informasi geospasial dalam hal ini peta dasar produk BIG, maka akurasinya dapat dijamin. 

Selanjutnya agar acara tidak membosankan, karena siswanya sangat banyak, maka acara dikemas dalam suasanga yang "sersan"-serius tetapi santai.  Para siswa diajak bermain games yang dipandu oleh Akbar Hiznu Mawanda dari Biro PKH BIG. Dengan kepiawaian Akbar maka ruangan yang memanjang -ruang 4 kelas digabung- dengan kapasitas yang besar, semua siswa memperhatikan apa yang disampaikan oleh Akbar.  Di dalam games tersebut disampaikan juga pesan untuk mengenallebih jauh Badan Informasi Geospasial (BIG).  Para siswa mengenal bahwa di dekat sekolahnya ada kantor yang mempunyai tugas dan fungsi yang sangat strategis bagi negara Indonesia.  Karena BIG adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang Informasi Geospasial di Indonesia.

Berikutnya, yang tidak kalah menariknya yaitu presentasi oleh Aji Putra Perdana dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG, yang mempresentasikan tentang pengenalan Informasi Geospasial.  Para siswa diajak bagaimana mengenal Peta Rupabumi Indonesia (RBI) yang merupakan salah satu informasi geospasial dasar (IGD).  Penyelanggara IGD satu-satunya adalah BIG, dengan adanya satu peta sebagai dasar untuk membuat peta tematik lainnya, maka akan tercapai adanya One Map Policy. Untuk itu merupakan tantangan dari BIG untuk segera menyelesaikan IGD tersebut dalam berbagai skala untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Sesi pertama yang telah dilakukan merupakan kegiatan indoor, untuk sesi berikutnya disebut dengann kegiatan outdoor. Para peserta diajak keluar dari ruang kelas untuk diberi pengetahuan tentang berbagai peralatan survei dan pemetaan serta produk yang dipamerkan di halaman depan sekolahan.  Para siswa sangat "enjoy" dengan apa yang diperlihatkan kepada mereka antara lain peralatan survei sumber daya alam laut, yaitu berbagai alat selam dan alat ukur lainnya.  Peserta juga diajak memeragakan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV), terlihat para siswa sangat antusias untuk turut menggunakan UAV tersebut.  Sebagian siswa yang lain dapat mempelajari peta foto udara 3D dengan menggunakan stereoplotting, dengan foto udata ini para siswa dapat melihat sekolah mereka dan lingkungan di sekitarnya secara 3D.  "Ternyata begitu padatnya Cibinong, dengan penuhnya tanah oleh bangunan" komentar salah satu siswa.

Hal yang tidak kalah menariknya adalah di akhir acara, peserta yang melakukan foto pada"Wall of Fame Peta NKRI (Narsis Map)", setelah nge-tweet ke twitter @infogeospasial, maka para siswa dapat memperoleh souvenir yang menarik dari BIG yang dapat ditukar di counter penukaran hadiah. Waktu yang hanya setengah hari tersebut terasa sangat singkat untuk kegiatan ini, demikian komentar salah satu siswa di akhir acara ini.  Roadshow geospasial ini akan dilanjutkan ke tempat yang lain di Jabodetabek. (Aga/TR)