Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Reformasi Perizinan Informasi Geospasial Dibahas dalam Talkshow Coffee Break di TV One

Jakarta, Berita Geospasial BIG - Disadari atau tidak, hampir semua aktifitas di dunia ini terkait dengan ruang kebumian (geospasial).  BIG telah melakukan berbagai kegiatan untuk lebih membumikan informasi geospasial agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.  Banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh BIG untuk mensosialisasikan pentingnya informasi geospasial untuk banyak kepentingan, terutama adalah untuk perencanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan di segala bidang. Diantaranya adalah menjalin hubungan dengan media televisi. Televisi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya jangkauannya yang luas serta berefek demonstrasi, sehingga pemirsanya lebih jelas dan lebih mendalam mengetahui informasi yang diberikan karena ada gambar yang bergerak, suara dan warna.

Seperti pada Selasa, 13 Oktober 2015, Kepala BIG Priyadi Kardono menjadi narasumber acara Talkshow "Coffee Break" TV One di Studio TV One Rasuna Epicentrum, Jakarta. Tema yang diambil adalah "Reformasi Perizinan Informasi Geospasial". Coffee Break merupakan sebuah program acara talkshow di TV One yang membahas beragam topik dan isu hangat yang sedang ramai dibicarakan di tengah-tengah masyarakat. Acara ini dipilih mengingat 17 Oktober 2015 nanti, BIG dengan Bakosurtanal sebagai pendahulunya berumur 46 tahun. Jadi, masyarakat luas harus melek akan informasi geospasial  (IG) dengan BIG sebagai penyelenggaranya.

Dengan dipandu 2 (dua) orang host kawakan TV One, yakni Harsya Subandrio dan Nadia Mulya, Priyadi Kardono memberikan penjelasan tentang apa itu tugas BIG berdasarkan UU No. 4 Tahun 2011 yakni melaksanakan tugas pemerintahan di bidang IG.  Dengan latar belakang bahwa dunia pemetaan dimulai pada masa pemerintahan Hindia Belanda dengan nama Permante Kaarterings Commissie (Komisi Tetap untuk Pemetaan) pada tahun 1938. Kemudian berubah menjadi Raad en Directorium voor het Meet en Kaarteerwezen in Nederlands Indies (Dewan dan Direktorium untuk Pengukuran dan Pemetaan Hindia Belanda) pada 17 Januari 1948 dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional  (Bakosurtanal) pada 17 Oktober 1969.

Priyadi memaparkan bahwa reformasi IG dilakukan dengan digitalisasi IG. Kegiatan lapangan dilakukan dengan menggunakan GPS untuk mengukur kerak bumi, karena bumi selalu bergerak. Selanjutnya tentang Ina-Geoportal sebagai sarana berbagi pakai IG, data yang dasar disediakan oleh BIG. Instansi lain baik dari kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah provinsi serta kabupaten/ kota menjadi simpul jaringan Ina-Geoportal. Di akhir acara, ditampilkan cuplikan video harapan dari masyarakat dan mitra kerja BIG, sehubungan dengan perayaan ulang tahun BIG yang ke-46. Semoga dengan bertambahnya usia BIG, semakin matang dalam penyelenggaraan IG untuk Indonesia yang lebih baik, insha Allah BISA, BIG JAYA. (ATM/TR)