Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Persatuan Indonesia melalui peran Generasi Muda

“Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.”

Cibinong, Berita Geospasial - Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilakukan lebih awal dari tanggal peringatannya, 28 Oktober, menjadi Jumat, 27 Oktober 2017. Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin selaku pembina upacara membacakan teks yang dipesankan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Para pegawai BIG, mulai dari jajaran staf, hingga pejabat BIG terlihat mengikuti upacara dengan khidmat di Lapangan kantor BIG, Cibinong. Sebanyak kurang lebih 400 orang telah siap berkumpul dari pagi, dan tepat pukul 07.30 upacara pun dimulai.

Sebagai pemimpin upacara adalah Sigit Murjati, Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi BIG. Upacara diawali dengan menyimak pesan yang disampaikan Menpora. Menyusul kemudian adalah pembacaan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pesan yang disampaikan oleh Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyinggung tentang persatuan Indonesia. Menteri mengingatkan pada sejarah teks Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. “Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta konres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka bertemu dengan mudah.” Ucap pesan yang diperuntukan semua Menteri, Kepala Lembaga dan Kepala Daerah.

Sebuah pesan pernah disampaikan dari Presiden Indonesia pertama, Soekarno “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.”

Generasi muda harus berani melawan segala bentuk upaca pemecah belah bangsa, melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan. Pesan menteri khususnya untuk generasi pemuda untuk terus mengukuhkan persatuan dan kesatuan Indonesia, demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (ME)