Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Perlunya Sinergi Bersama Mewujudkan Satu Peta di Martapura

(Martapura, Berita Geospasial) – Selasa 28 Agustus 2018, BIG bersama mitra kerja di parlemen yakni Komisi VII DPR RI mengadakan Diseminasi Informasi Geospasial bertema “Sinergi Bersama Mewujudkan Satu Peta” di Aula Yayasan Pondok Pesantren Darussalam di Martapura Kalimantan Selatan. Anggota Komisi VII DPR RI yang ikut pada kesempatan ini adalah H. M. Dardiansyah.

Mengawali acara di hadapan sekitar 100 peserta yang merupakan mahasiswa gabungan kampus-kampus dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan,  Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Amiruddin dalam sambutannya menyebutkan bahwa semoga istilah Informasi Geospasial (IG) masih asing di telinga kita. Mudah-mudahanan nanti bisa tahu tentang fungsi dan peran IG untuk pembangunan seperti apa. Kami harapkan ada tindak lanjut dalam lebih mengenalkan IG di lingkungan kampus Darussalam Martapura.

Selanjutnya H. M. Dardiansyah menyebutkan bahwa BIG ini adalah mitra kerja Komisi VII DPR. Kalsel ini sangat luar bisas dalam hal SDA dan SDM-nya. “Sekarang ini, program studi di institut agama islam tidak hanya membahas ushuluddin, tapi juga ada yang lebih luas, diantaranya terkait pemetaan. Makanya BIG datang kesini”, ungkapnya.

Dari BIG, Kepala Biro Perencanaan, Kepegawaian dan Hukum (PKH) BIG, F. Wahyutomo dalam sambutannya menyebutkan bahwa BIG ini mungkin masih asing mendengarnya. Secara umum BIG adalah lembaga pemerintagh yang mengurusi ruang ruang kebumian di Indonesia.

“Kebijakan satu peta ini didasarkan bahwa sebelum ini kementerian/ lembaga menggunakan peta sendiri-sendiri. Ketika dijadikan satu, terjadi banyak masalah, Terutama tentang perijinan pengelolaan SDA, batas wilayah dan lain sebagainya. Untuk itu, dibuatlah kebijakan yang menyebutkan bahwa satu-satunya lmbaga yg mengelola IG adalah Badan IG (UU no, 4 Tahun 2011 pasal 22”, paparnya.

F. Wahyutomo kemudian memberikan cindera mata berupa peta NKRI serta sejumlah produk unggulan BIG lainnya ke H. M. Dardiansyah dan Amiruddin. Untuk mengabadikan momen indah ini, peserta ikut juga berfoto bersama.

Masuk ke acara diseminasi, Sri Hartini yang hadir sebagai moderator mengundang para pemateri untuk tampil ke depan. Kepala Bidang Penelitian BIG, Nursugi menjelaskan tetang profil BIG. Disampaikan bahwa BIG dulunya adalah Bakosurtanal. Berubah menjadi BIH didasarkan pada UU no. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

Sementara itu, BJ. Pratondo dari Pusat Pemetaan Integrasi Tematik (PPIT) BIG dalam presentasinya menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan luas wilayah sekitar  8,3 jt km2. Luas wilayah yang sangat besar ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dengan menggunakan IG/ peta.  Namun pada praktiknya, peta yang ada dari k/l itu beragam bentuk, standar dan lain sebagainya. Oleh karena itu, lahirlah Kebijakan Satu Peta (KSP).

BJ. Pratondo menambahkan bahwa ada 3 tahapan dalam mewujudkan KSP, yaitu tahap kompilasi, integrasi, dan sinkronisasi. Dimana pada tahap kompilasi dilakukan pengumpulan peta tematik oleh K/L, lalu integrasi adalah overlay peta tematik ke atas peta Rupabumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000 dan memastikan kesesuaian antara peta tematik dan peta dasar. Sementara sinkronisasi adalah superimpose, analisa tumpang tindih antar peta tematik yang telah terintegrasi dan penyelesaian isu terkait tumpang tindih peta.

Pemateri terakhir acara diseminasi adalah Eka Kurniawan dari Balai Diklat Geospasial BIG. Dalam presentasinya, Eka menyebutkan bahwa seperti halnya ibadah yang ada aturan dan ilmunya. Pemetaanpun demikian, ada ilmu dan aturan-aturannya. Balai Diklat Geospasial BIG mengadakan beragam jenis pelatihan IG/ pemetaan untuk mengedukasi masyarakat dengan beragam keterampilan teknis terkait IG, diantaranya adalah diklat surta, SIG, penetapan batas dan lain sebagainya.

Pada sesi tanya jawab, cukup banyak pertanyaan diajukan kepada para pemateri. Para peserta yang kebanyakan mahasiswa ini terlihat antusias untuk mengetahui lebih lanjut hal-hal teknis yang terjadi di sekitar mereka terkait IG. (ATM)