Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Perkaya Pengetahuan Pemetaan, SMK Kehutanan Bakti Rimba Kunjungi BIG

Cibinong, Berita Geospasial – Sebanyak 120 siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba, Bogor, mengunjungi Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Kamis, 13 September 2018. Rombongan diterima langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama Nursugi di Aula Utama BIG.

Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka dengan pengenalan (overview) mengenai BIG oleh Tommy Nautico, staff Promosi dan Kerja Sama BIG. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMK Kehutanan Bakti Rimba Agustiyana yang menyampaikan bahwa pihaknya sengaja melakukan kunjungan di BIG untuk memperkaya pengetahuan siswa terkait pemetaan.

 “Lebih spesifik lagi, ketika nanti para siswa sudah terjun di dunia pekerjaan, mereka tahu tempat mencari sumber data maupun sumber peta hanya di BIG,” tutur Agustiyana.

Kunjungan juga diisi materi oleh Arief Donie Prasetya dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG). Ia mengenalkan para siswa terkait aplikasi pemetaan partisipatif melalui aplikasi Peta Kita.

“Peta Kita merupakan aplikasi yang menyediakan data geospasial dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penambahan, pengubahan, maupun verifikasi Informasi Geospasial. Aplikasi ini dapat digunakan masyarakat umum, individu, maupun organisasi non-pemerintahan (NGO) untuk berbagai keperluan, dari perencanaan wilayah berbasis komunitas, pengawasan tata ruang, sampai pendataan aset-aset kekayaan adat setempat,” terang Donie.

Materi selanjutnya dari Nursugi yang menjelaskan pengenalan bidang penelitian. Menurutnya, tugas bidang penelitian adalah membantu tujuh pusat teknis di BIG untuk memberi masukan ilmu dan teknologi terkini.

Sesi terakhir kunjungan diisi dengan pengenalan mengenai Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau sering disebut drone oleh Agung Teguh Mandira. Sebelum praktik, ia menjelaskan manfaat dan tata cara pengoperasian drone sebagai pendukung akuisisi data untuk proses pemetaan.

Peserta kunjungan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan, seperti cara pemetaan dan mengelolanya serta dapat membedakan mana pemetaan yang resmi maupun ilegal. (AUN)