Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pentingnya Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Memasuki minggu kelima Masa Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Informasi Geospasial Tahun 2015, para CPNS kembali menerima materi seminar untuk meningkatkan kompetensinya. Melalui kegiatan seminar ini diharapkan para CPNS BIG tidak hanya teruji dalam bidang ilmu pengetahuan, namun juga dalam aspek sikap dan perilaku, karena kesuksesan seseorang tidak hanya tercapai melalui tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi, tetapi juga melalui kecerdasan secara emosional dan kognitifnya.

Pada Kamis, 9 April 2015, para CPNS BIG mengikuti seminar mengelola hidup merencanakan masa depan (MHMMD).Seminar yang berlangsung di Aula Utama BIG Gedung S Lantai 2 tersebut dibawakan secara langsung oleh Marwah Daud Ibrahim, penulis buku dan penggagas training MHMMD. Training MHMMD telah dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, meliputi berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, akademisi, budayawan, berbagai profesi, dan masyarakat lainnya. Marwah mengungkapkan bahwa alumni dari training MHMMD ini diharapkan akan menjadi pemimpin dan penggerak perubahan mindset, serta pembangun karakter bangsayang akan membiasakan masyarakat sekitarnya untuk berpikir positif, berbicara positif, dan berperilaku positif. "Serta menyadari bahwa tujuan hidup adalah memakmurkan bumi dan mengagungkan Tuhan", jelas Marwah kepada para CPNS.

Memakmurkan bumi dan mengagungkan Tuhan (Enriching Life dan Glorifying God) adalah semboyan yang digaungkan pada pelatihan ini. Diharapkan alumni training dapat berkontribusi untuk mewujudkan Impian Indonesia, dan Visi Nusantara Jaya 2045, sekaligus membangun kemampuan bekerja sama,  rasa saling percaya, dan saling menghargai antar sesama komponen bangsa. Training MHMMD ini terdiri atas 3 penyamaan mindset, yaitu mindset tentang hidup, sukses, dan Indonesia; serta 12 langkah yang terbagi dalam 4 etape. Selama satu hari penuh para CPNS BIG mengikuti training dengan sungguh-sungguh.

Peserta diajak untuk berpikir secara besar, mulai dari hal yang kecil dan terus konsisten. "Seperti efek domino, hanya dengan menyentuh satu domino akan memberikan efek yang sama kepada puluhan atau ratusan domino lainnya. Oleh karena itu dalam hidup selalu sebarkan hal yang baik dan positif agar efeknya bisa dirasakan orang banyak", demikian dijelaskan Marwah. Dalam mengerjakan tugas selalu direncanakan dengan baik, dan dilanjutkan secara konsisten agar pengaruhnya lebih besar.

Memasuki pembahasan mindset tentang hidup, dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi masing-masing yang harus dikembangkan. Namun terkadang manusia terlalu fokus mengejar materi dan kekayaan duniawi, sehingga melupakan bahwa yang paling berharga dalam hidup adalah nafas dan waktu. Segala harta benda dan jabatan tidak akan berguna bila tidak ada kehidupan dalam manusia. Sementara waktu adalah aset berharga yang seringkali disia-siakan, padahal waktu akan terus berjalan. Oleh karena penting bagi manusia untuk menjaga kesehatannya dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.

Seringkali menusia merasa putus asa dalam upayanya mencapai kesuksesan. Sebenarnya kesuksesan bisa diraih, manusia hanya perlu menjadi dirinya yang terbaik dan menuai apa yang ditanam. "Sukses adalah ketika Anda berhasil mengaktualisasi potensi yang dianugerahkan Tuhan kepada Anda, yang manfaatnya lebih panjang dari hidup Anda. Jadi, kita bukan berhak untuk sukses, tapi wajib sukses", tandas Marwah. Berdasarkan riset ada 4 jenis kecerdasan yang dimiliki orang suskes, yaitu kecerdasan spiritual, kecerdsan adversiti, kecerdasan intelegensia, dan kecerdasan emosional, atau bisa disebut sebagai SQ, AQ, IQ, EQ. Keempat dimensi tersebut sebaiknya berimbang.

Mindset berikutnya adalah tentang Indonesia. Ada 3 skenario untuk Indonesia di tahun 2045, yaitu : Indonesia Bangkrut, Indonesia Bubar, dan Indonesia Bangkit. Untuk mencapai Indonesia Bangkit maka dibentuklah visi bersama Nusantara Jaya 2045. Setelah 100 tahun Indonesia merdeka, diharapkan Indonesia dapat memimpin peradaban, bukan hanya di Asia, tapi di dunia. Generasi mendatang harus memiliki kompetensi dan kecerdasan otak sekaligus juga memiliki etika, etos kerja, karakter dan integritas terpuji, jujur, bertanggung jawab, disiplin, kreatif, pantang menyerah, dan mampu bekerjasama. Marwah mengatakan, "Bila sekarang pembangunan hanya bercahaya di beberapa titik di Indonesia, harus diupayakan agar nantinya seluruh wilayah Indonesia bisa memiliki sumber cahaya masing-masing".

Materi berikutnya adalah 12 langkah untuk MHMMD, yang terbagi menjadi 4 etape, yaitu : mengenal potensi diri, mencari peluang, mengelola hidup, dan merencanakan masa depan. Proses mengenal potensi diri dilakukan dengan menggali kelebihan, keunggulan diri sendiri, lalu menggali dan mengevaluasi masa lalu diri sendiri, dilanjutkan dengan merenungkan potensi diri sendiri di masa sekarang ini, kemudian merencanakan target dan impian untuk masa depan. "Ketika membuat impian masa depan buatlah seolah-olah kalian sudah menerima", jelas Marwah.Etape kedua, mencari peluang, dilakukan agar peserta jeli dalam melihat peluang. Ada dua jenis peluang, yaitu peluang bidang dan wilayah. Semakin spesifik bidang yang dipilih, akan semakin bagus. Pilihan tersebut harus didukung dengan pengetahuan akan wilayah. Di Indonesia yang luas ini ada banyak peluang wilayah yang bisa dimanfaatkan. Baik pemerintah maupun masyarakat setempat perlu untuk mengupayakan agar masing-masing wilayah bisa mengembangkan keunggulan lokal masing-masing.

Sementara pada etape ketiga, mengelola hidup, terdapat 3 langkah, yaitu fokus, menyusun rencana, dan mengurai proses. Ada banyak potensi dan peluang dalam kehidupan, oleh karena itu perlu fokus pada satu peluang sesuai passion. Rencana penting untuk mencapai suatu tujuan, agar tidak salah melangkah dan bisa melalui perjalanan dengan baik. Tujuan atau cita-cita akan bisa dicapai bila diikuti proses yang runtun langkah demi langkah. Bila mengikuti langkah tersebut, maka akan dapat mengelola hidup dengan baik pula.

Etape keempat, yaitu merencakan masa depan. Pada langkah ini seseorang perlu untuk membuat peta hidup, melalui peta ini seseorang dapat melihat seluruh rangkaian kehidupan mulai dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Peta hidup penting untuk dibuat karena nantinya akan menjadi semacam navigasi untuk mengambil keputusan. Setelah itu melakukan manajemen waktu, yang bisa dilakukan dengan menentukan rencana lima-tahunan, tahunan, bulanan, mingguan, dan harian. Cara efektif untuk menghemat waktu dan energi dalam rangka mencapai target adalah menemukan tokoh panutan dan mengikuti jejaknya.

Training MHMMD memfasilitasi peserta untuk aktif berbagi. Karena melalui proses berbagi akan muncul nilai-nilai dan inspirasi dari teman peserta. Berbagi juga membangun kebiasaan untuk berkomunikasi dan berempati. Proses berbagi juga membuat proses internalisasi menjadi lebih mantap. Proses berbagi dilakukan dengan membiasakan hidup ramah dengan pola 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun). Berbagi bisa dilakukan dengan pasangan, kelompok, maupun dimana saja berada. Semoga pelatihan ini bisa meningkatkan kecerdasan emosional dan intelegensia para CPNS BIG untuk mencapai tujuan mulia yaitu mengagungkan Tuhan sesuai agama dan keyakinan masing-masing, serta memakmurkan kehidupan di bumi dengan mengaktualisasikan potensi masing-masing. (LR/TR)