Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pemetaan Terdampak Gempa Bumi Halmahera

 

Sabtu, 20 Juli 2019 Tim Gabungan Satuan Reaksi Cepat Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta relawan dari Sky Volunteer dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) melakukan survei pemetaan cepat (rapid aerial mapping) wilayah terdampak bencana Maluku Utara Juli 2019. Tim telah berhasil memetakan beberapa titik lokasi terdampak di Kabupaten Halmahera Selatan.

Penentuan prioritas wilayah pemotretan didasarkan kepada laporan tingkat kerusakan dan keterjangkauan untuk selanjutnya dibuatkan target operasi wilayah pemotretan. Identifikasi konsentrasi permukiman diperoleh dari analisa citra satelit dan data sekunder. Selain itu identifikasi desa terdampak paling parah berdasarkan pelaporan dari BNPB dan BPBD Maluku Utara. Dalam penyusunan peta kerja mengacu kepada peta administrasi yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial.

Setelah peta kerja tersusun dengan basis data kerusakan dan sebaran permukiman dilakukan pemotretan udara dan survey terestris/ dokumentasi lapangan. Angka perhitungan kerusakan bangunan dan infrastruktur diperoleh berdasarkan interpretasi foto udara hasil pemotretan dan survei lapangan secara sampling. Dokumentasi dan pengukuran dilapangan dilakukan dalam rangka memverifikasi tingkat kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat gempa bumi yang terjadi.

Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi acuan awal bagi kementerian/lembaga serta pihak terkait dalam penyaluran bantuan maupun tindak lanjut pascabencana.

Laporan Pemetaan Dampak Bencana Gempa Halmahera dapat diunduh pada:

Gempa Maluku Utara 2019