Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pemetaan Cepat Kejadian Longsor Kulonprogo

Sebagian wilayah di Kabupaten Kulon Progo terbentuk oleh asal proses struktrural sehingga menghasilkan kenampakan perbukitan di sisi barat yang dikenal dengan Perbukitan Menoreh. Kondisi morfologi yang berbukit menjadikan sebagian wilayah Kulon Progo rawan terhadap bencana longsor. Longsor adalah gerakan masa baik tanah maupun batuan yang menuruni lereng.

Salah satu pemicu kejadian longsor adalah curah hujan yang tinggi. Tingginya intensitas curah hujan akibat terbentuknya Siklon Cempaka pada tanggal 28 hingga 30 November 2017 di selatan Pulau Jawa, menyebakan potensi kejadian longsor di Kabupaten Kulon Progo semakin tinggi. Dengan demikian, perlu dilakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi longsor agar potensi kerugian yang ditimbulkan dari suatu bencana dapat diminimalkan.

Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo melakukan pemetaan cepat (rapid mapping) di sebagian Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo. Pemilihan wilayah kajian tersebut didasarkan adanya laporan dari warga setempat yang menjumpai retakan tanah di dua lokasi yang berbeda. Retakan tanah yang pertama berada di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo sedangkan retakan kedua berada di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang. Selain itu ditemukan bekas kejadian longsor (longsor aktual) dibeberapa lokasi.

Tim Reaksi Cepat BIG dan BPBD Kabupaten Kulon Progo melakukan pemotretan foto udara dengan UAV dan survei lapangan untuk mengumpulkan data kenampakan aktual lapangan, jalur retakan, kondisi material permukaan, serta lokasi mataair dan pos pengungsian. Berdasarkan hasil survei lapangan, panjang retakan tanah di Desa Purwosari dan Banjarum yaitu ± 150 m. Retakan tanah di Desa Purwosari telah ditimbun warga untuk meminimalkan infiltrasi air, sedangkan di Desa Banjarum retakan tanah masih terlihat terbuka selebar ± 30 m.

Gambar 1. Peta Foto Udara Kejadian Longsor Sebagian Kabupaten Kulonprogo

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, Tim Reaksi Cepat BIG melakukan analisis untuk memprediksi area dan arah longsoran di Desa Purwosari. Dasar analisis yang digunakan adalah kondisi morfologi permukaan lahan. Jika terjadi longsor, maka retakan tanah yang ditemukan di Desa Purwosari diperkirakan sebagai mahkota longsoran dan arah longsoran bergerak ke timur laut. Ketersediaan peta kejadian longsor aktual dan prediksi longsor bermanfaat sebagai dasar acuan untuk melakukan sosialiasi dan evakuasi warga setempat.

Gambar 2. Peta Kejadian Longsor Sebagian Kabupaten Kulonprogo

Unduh Peta Longsor Kabupaten Kulonprogo Resolusi Tinggi