Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Para Calon Surveyor dari SMK N 2 Yogyakarta Belajar Informasi Geospasial di BIG

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Banyak Kementerian/Lembaga dan Institusi Pendidikan yang silih berganti mengadakan kunjungan ke Badan Informasi Geospasial (BIG). Pada Rabu, 29 April 2015, BIG kembali menerima kunjungan SMK Negeri 2 Yogyakarta yang ingin belajar tentang Informasi Geospasial di BIG. Sebagai lembaga penyelenggara utama Informasi Geospasial Dasar di Indonesia, tentu BIG menjadi rujukan bagi banyak pihak yang ingin belajar Informasi Geospasial.

Sebanyak 32 siswa-siswi dari SMKN 2 Yogyakarta bersama 6 para Guru Pendampingnya diterima oleh Sri Lestari Munajati, Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama, Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) di Aula Utama BIG, Gedung S Lantai 2. Sementara itu FX. Suripta, perwakilan dari SMKN 2 Yogyakarta menjelaskan bahwa kunjungan ke BIG tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan industri yang dilaksanakan sekolah tersebut selama beberapa hari. Siswa-siswi yang berkunjung ke BIG adalah siswa-siswi kelas XI dari Jurusan Geomatika. Suripta juga mengungkapkan harapannya agar para siswa-siswi dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang diberikan oleh narasumber yang akan memberikan materinya.

Kemudian peserta mendapatkan paparan tentang apa itu BIG, serta tugas dan fungsi BIG dari narasumber Sri Lestari Munajati. Peserta diajak untuk memahami apa itu Informasi Geospasial (IG) dan BIG, serta bagaimana peran BIG dalam penyelenggaraan IG. Paparan kemudian diteruskan dengan penjelasan tentang remote sensing dari Dewayany Sutrisno, Profesor Riset BIG. Peserta yang berasal dari jurusan geomatika tentu sudah mengenal apa itu remote sensing atau penginderaan jauh, meskipun mungkin tidak terlalu detail. Atas dasar itu Dewayany memberikan materi remote sensing sesuai ilmu dan kebutuhan peserta.

Remote sensing atau penginderaan jauh merupakan ilmu untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena di bumi tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah atau fenomena tersebut. Data atau informasi dalam hal ini diperoleh melalui sensing dan merekam energi yang dipantulkan atau dipancarkan oleh obyek-obyek tersebut di bumi, dan kemudian diproses, dianalisis dan diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan. Ada dua jenis data yang dihasilkan dalam penginderaan jauh, yaitu data visual (citra) dan data numerik. Interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan obyek di bumi ada tiga bentuknya, yaitu: absorpsi/absorption; transmisi/transmission; dan refleksi/reflection.

Data didapatkan melalui dua jenis sistem penginderaan jauh, yaitu sistem fotografi dan sistem satelit. Kemudian dilakukan proses interpretasi terhadap data yang telah didapatkan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dewayany juga menjelaskan beberapa jenis citra satelit dan jenis data yang dihasilkan. Peserta dan guru yang hadir mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Dewayany. Mereka juga berusaha menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan sepanjang presentasi.

Presentasi diteruskan dengan penjelasan tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diberikan oleh Fitri, dari Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG). SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. SKKNI ini dibutuhkan untuk institusi pendidikan dan pelatihan; dunia usaha/industri dan pengguna tenaga kerja; serta institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi. Semua itu dilakukan untuk menjamin kualitas data dan IG di Indonesia yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan; pengembangan SDM; dan peningkatan kualifikasi industri IG.

Menyambung materi tersebut, peserta kemudian menerima paparan dari Eka Kurniawan, Kepala Sub Bagian Administrasi Jabatan Fungsional, Biro Perencanaan, Kepegawaian, dan Hukum (PKH) BIG terkait jabatan fungsional (jabfung) surveyor pemetaan (surta). Eka menjelaskan bagaimana pilihan karir untuk bidang IG di pemerintahan. Dimana untuk surta dengan tingkat pendidikan SMA/SMK/D1/D2/D3 memang dibutuhkan sebagai tenaga terampil, sedangkan surta  dengan tingkat pendidikan D4/S1/S2/S3 sebagai tenaga ahli. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi tenaga terampil surta untuk meningkatkan tingkat pendidikannya dan kemudian menjadi tenaga ahli. Lalu Eka juga turut memberikan sedikit presentasi terkait kegiatan survei dan pemetaan, beserta perkembangannya.

Sebagai rangkaian acara hari itu, peserta kemudian diajak ke Geospatial Support Command Center (GSCC) BIG untuk mendapatkan demo Ina-Geoportal dari para staf Pusat Pengelolaan dan Penyebaran IG (PPIG). Setelah itu peserta pun diajak mengunjungi Sentra Peta BIG untuk belajar berbagai macam produk BIG. Kunjungan tersebut sekaligus mengakhiri kegiatan kunjungan SMKN 2 Yogyakarta hari itu. Pada kunjungan ini dilakukan juga tukar menukar cinderamata antara BIG dengan pihak sekolah. BIG memberikan produk-produknya berupa peta Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) dan buku geospasial. Selain itu diserahkan pula buku SKKNI-IG kepada SMKN 2 Yogyakarta sebagai panduan agar mengetahui kompetensi/level apa saja yang dibutuhkan untuk jenjang karir surta di pemerintahan. Diharapkan para peserta yang merupakan calon surta di masa depan dapat belajar IG dengan lebih baik melalui produk BIG tersebut. (LR/TR)