Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Memasyarakatkan Geospasial Kepada Pelajar Lewat Open House

Berita Geospasial, Cibinong - Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar Open House selama dua hari bagi para siswa-siswi SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa, yaitu pada tanggal 13-14 Oktober 2016. Kegiatan ini digagas sebagai sarana edukasi dan sosialisasi keberadaan lembaga yang semula bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional atau Bakosurtanal kepada generasi muda. Open House ini dilaksankan dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun BIG yang ke-47 dan peringatan Hari Informasi Geospasial yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2016.

Acara yang dilaksanakan di Lapangan Tenis BIG ini berlangsung meriah, dimana lapangan tenis BIG sendiri telah disulap menjadi tempat pertemuan berupa tenda-tenda besar yang muat menampung hingga ratusan orang di dalamnya. Dalam penjelasan singkatnya kepada para peserta, Ketua Panitia, Yudi Irwanto dari Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama BIG, menceritakan terkait profil BIG, dimana BIG dulunya bernama Bakosurtanal. “Badan ini secara umum menyelenggarakan Informasi Geospasial (IG) atau pembuatan peta untuk  seluruh wilayah Negara Kesatuan Repubilik Indonesia (NKRI),” jelas Yudi dihadapan ratusan pelajar yang memadati ruangan Open House yang berda di kompleks perkantoran BIG, Cibinong, Jawa Barat pada hari pertama Open House, hari Kamis, 13 Oktober 2016 lalu.

Di tempat terpisah, Kepala BIG, Priyadi Kardono mengatakan bahwa open house ini penting bagi para pelajar SD, SMP, dan SMA karena pada kesempatan tersebut, BIG menunjukkan semua isi BIG yang kebanyakan masyarakat tidak mengetahuinya. “Ini bagian dari sosialisi tentang lembaga BIG kepada masyarakat umum, khususnya bagi para pelajar. Misalnya bagi anak-anak SMA,  sebelum mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka sudah memiliki referensi untuk memilih jurusan yang terkait pemetaan,” kata Priyadi di sela-sela kunjungan para pelajar tersebut. Menurutnya, semakin banyak pelajar yang mengunjungi BIG maka otomatis akan semakin banyak juga masyarakat yang mengetahui tugas, fungsi, dan peran BIG di kancah pembangunan nasional.

Oleh panitia, setiap peserta open house yang dibagi kedalam beberapa kelompok lebih kecil supaya dapat dipandu untuk melihat berbagai macam produk yang dihasilkan BIG selama 47 tahun ini. Produk BIG ini dibagi kedalam beberapa booth, yakni Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG), Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT), Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PPKLP), Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW), Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT), Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PPTRA), Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG), dan Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG).
Misalnya, PJKGG memperkenalkan dan menjelaskan Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI). SRGI merupakan suatu sistem koordinat nasional yang konsisten dan kompatibel dengan sistem koordinat global, yang secara spesifik menentukan lintang, bujur, tinggi, skala, gayaberat, dan orientasinya mencakup seluruh wilayah NKRI, termasuk bagaimana nilai-nilai koordinat tersebut berubah terhadap waktu.

Sementara PPRT menjelaskan tentang unsur-unsur yang terkandung dalam peta rupabumi Indonesia, serta proses pembuatannya. Termasuk terkait pelaksanaan survei kelengkapan lapangan, skema konstruksi peta rupabumi Indonesia, penyajian kartografi, dan gasetir. Dipaparkan pula pemanfaatan IG yang tidak terbatas pada penyajian data, namun juga meliputi analisis dalam perencanaan dan pembangunan Indonesia.

Selain itu PPIG menggelar demo dan penjelasan tentang Ina-Geoportal. Ina-Geoportal merupakan laman untuk berbagi pakai IG dengan BIG sebagai pengelolanya. Ina-Geoportal ini bukan milik BIG namun milik negara Indonesia. Di booth lain diperkenalkan juga bermacam-macam dan fungsi atlas, seperti Atlas Taktual Nasional Indonesia, Atlas Junior, dan Atlas Budaya Indonesia.

Open house diselenggarakan sebagai rangkaian memperingati Hari Informasi Geospasial ke-47 yang jatuh pada 17 Oktober 2016 selama dua hari berturut-turut. Setiap hari dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi sore. Pada hari pertama, sesi pagi diikuti oleh SDIT Cibinong Insantama, SMA Tarbiyatul Fallah dengan jumlah peserta sebanyak 151 anak. Sementara sesi siang diikuti oleh SMA 1 Cibinong, dan SMP AL-Nur dengan jumlah peserta sebanyak 95 anak. Keesokan harinya, peserta  sesi pagi berasal dari  SMK 1 Cibinong, SMKN 1 Tonjolaya, SMAN 1 Rancabungur, SMA Plus PGRI Cibinong sebanyak 215 peserta. Dan sesi siang peserta berasal dari SMA Labschool Kornita IPB, SMP Creative Bogor, dan Universitas Pakuan dengan total sebanyak 154 peserta. Melalui acara ini diharapkan IG dan BIG dapat lebih dikenalkan kepada para siswa-siswi sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga tingkat universitas. (KA/LR)