Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Mahasiswa Kelautan Trisakti Lakukan Kunjungan Belajar Ke BIG

Cibinong, Berita Geospasial - Memiliki luas laut lebih dari tiga juta kilometer persegi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas lautan dan perairan terluas di dunia, berbagai macam Sumber Daya Alam (SDA) terhampar di lautan nusantara. Di satu sisi, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kelautan saat ini belum begitu banyak dibandingkan bidang studi lainnya.

Hal itulah yang melatar-belakangi mahasiswa-mahasiswi dari Institut Transportasi  dan Kelautan Trisakti Jakarta mengunjungi Badan Informasi Geospasial (BIG) pada hari Rabu 8 Mei 2019 yang lalu. Bertempat di Gedung C, Pusat Penelitian Promosi dan Kerja Sama (PPPKS) BIG, sebanyak 36 mahasiswa-mahasiswi beserta dosen pembimbing yang berasal dari jurusan Logistik dan Kelautan diterima oleh Staf Humas BIG.

Dalam kunjungan yang berlangsung sejak pagi hari ini, menurut Ali Sumara, dosen pendamping dari Institut Transportasi  dan Kelautan Trisakti Jakarta, menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk lebih mengerti dan memahami ilmu kelautan secara relevan.

“Sebagaimana kita ketahui BIG merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab tentang pemetaan, dan salah satu pusatnya membahas kelautan, kita ingin mengetahui langsung ke instansi yang ahli mengenai ini,” ujarnya.

Selanjutnya para peserta kunjungan diberi paparan materi mengenai profil dari BIG meliputi tugas fungsi, serta peranan BIG dalam proses pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Salah satu fungsi utama BIG adalah mengkoordinir peta yang ada di berbagai lembaga negara menjadi satu refrensi,” ujar Risa Krishadi, Pranata Humas BIG dalam pemaparannya.

Dijelaskan bahwa salah satunya ialah peta Lingkungan Laut Nasional (LLN) dan peta Lingkungan Pantai (LPI) yang masih terus disempurnakan. Peta LLN merupakan representasi secara grafis mengenai permukaan bumi di wilayah sekitar pantai, atau pesisir baik ke arah darat maupun laut, sedangkan Peta LPI merupakan merupakan peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah pesisir.

Setelah pemaparan mengenai profil BIG, materi kunjungan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai mengenai tugas pokok dan fungsi Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG) oleh Andhika Nugroho, salah seorang Surveyor Pemetaan di lingkungan BIG.

“Salah satu tugas utama dari pusat jaring kontrol geodesi dan geodinamika adalah mengenai pasang surut laut. Megingat wilayah laut di Indonesia yang begitu luas, membuat kita (BIG) harus berkoordinasi dengan K/L serta berbagai stakeholder untuk hal-hal yang berhubungan dengan kelautan, salah satunya mengenai pasang surut,” ungkap Andhika.

Antusiasme para peserta kunjungan sangat terlihat mereka mengajukan berbagai pertanyaan mengenai materi yang disampaikan, terutama pertanyaan mengenai program-program yang dilaksanakan BIG, serta pengaplikasian ilmu kelautan di lingkungan BIG. Diakhir kunjungan para peserta diajak melakukan kunjungan langsung ke stasiun pasang surut BIG di daerah Jakarta Utara. Kunjungan lapangan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih kepada para mahasiswa-mahasiswi mengenai salah satu tugas dan fungsi dari BIG, sebagai salah satu lembaga negara. (AR/LR)