Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Mahasiswa Jurusan Geografi UNNES Lakukan Kunjungan ke BIG untuk Belajar Informasi Geospasial dan Tingkatkan Kompetensinya

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Kompetensi seseorang penting untuk ditingkatkan terus-menerus, selain untuk kepentingan peningkatan keahlian individu, juga penting untuk peningkatan organisasi/lembaga itu sendiri. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui kegiatan pelatihan, serta studi kunjungan ke organisasi/lembaga lain yang terkait. Akademisi atau institut pendidikan juga merasakan pentingnya peningkatkan kompetensi tersebut bagi para pelajarnya. Untuk itu seringkali akademisi/institut pendidikan melakukan kegiatan kunjungan atau studi banding ke lembaga pemerintah/swasta dalam rangka belajar dan melihat praktik aplikasi ilmu yang dipelajari selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

Terkait hal tersebut, Badan Informasi Geospasial (BIG) juga turut menjadi sasaran lokasi studi banding/kunjungan berbagai institut pendidikan di Indonesia, terutama bila ingin mendalami terkait Informasi Geospasial (IG). Setiap minggunya BIG selalu menerima kunjungan dari berbagai sekolah, universitas, maupun lembaga yang ingin belajar apa itu IG, peta, maupun proses pembuatan peta. Pada kesempatan kali ini BIG kembali menerima kunjungan dari Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kunjungan ini sekaligus dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan para mahasiswa Jurusan Geografi, dimana sebelumnya UNNES juga telah melakukan kunjungan ke BIG namun dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi. Para mahasiswa Jurusan Geografi UNNES yang datang ke BIG tersebut sebanyak 58 mahasiswa, beserta 2 dosen pembimbing. Acara dibuka oleh Seto Baruno perwakilan dari Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) BIG yang bertindak sebagai moderator. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan dari dosen UNNES, Ananto Aji, yang mengungkapkan apresiasinya kepada BIG sehingga kegiatan kunjungan ini bisa terwujud.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan paparan tentang apa itu BIG, serta tugas dan fungsi BIG dari narasumber Agung Teguh Mandira, perwakilan Pusat PPKS BIG. Peserta diajak untuk memahami apa itu Informasi Geospasial (IG) dan BIG, serta bagaimana peran BIG dalam penyelenggaraan IG. Materi kemudian dilanjutkan oleh Nursugi dan Bisma dari Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) BIG yang menjelaskan tentang Survei Hidrografi. Nursugi menyebutkan, di era saat ini informasi geospasial merupakan informasi yang dibutuhkan hampir di semua bidang, dan juga data hidrografi sangat diperlukan karena semua kegiatan yang berada di laut membutuhkan data batimetri. Sebagai contoh, kapal tidak akan dapat berlayar dan hampir tidak mungkin dapat membuat pelabuhan tanpa melakukan survei batimetri terlebih dahulu. "Pusat PKLP saat ini tengah membantu proyek tol laut yang menjadi program Nawa Cita dari Pemerintah saat ini. Proyek ini diwujudkan dengan pembangunan 24 pelabuhan, salah satunya yaitu Pelabuhan Cimalaya. Pada pelabuhan ini dilaksanakan survei batimetri yang berguna untuk pembangunan pelabuhan tersebut", ungkap Nursugi.

Paparan berikutnya dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) BIG oleh Iwan Erik Setiawan yang memaparkan tentang fokus utama PPIT, yaitu: Integrasi IGT, One Map, dan Penyusunan Dokumen. Salah satu dokumen adalah tentang tata ruang dan perizinan dan daerah konflik. Selain itu juga dilakukan demo dan penjelasan tentang Ina-Geoportal dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG yang diwakili oleh Bayu Purwanto. Ina-Geoportal merupakan laman untuk berbagi pakai IG dengan BIG sebagai pengelolanya. Ina-Geoportal ini bukan milik BIG namun milik negara Indonesia. Sesuai dengan Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN), maka seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah mesti terhubung dalam kerangka JIGN sebagai simpul jaringan. Hingga saat ini baru 40 K/L dan Pemda yang terhubung, untuk perlu perlu kerja keras semua pihak sehingga informasi geospasial dapat terhubung dalam JIGN yang dapat diakses dengan mudah melalui Ina-Geoportal.

Selesai paparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.  Di sesi ini, para peserta dapat menambah ilmu dan wawasan terkait ruang kebumian dan fungsi BIG. Hamas, salah satu mahasiswa UNNES menanyakan bagaimana proses penyebarluasan peta. Banyak pengetahuan dapat di-share kepada para peserta dan BIG juga mendapatkan berbagai masukan yang membangun. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Sentra Peta dan ke PPRT untuk melihat proses stereoplotting. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi pembuka untuk menjalin tali silaturahim dan kerja sama antara kedua pihak di masa depan serta membuat IG menjadi life-style bagi semuanya. (Aga/LR/TR)