Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Mahasiswa Geodesi ITS Berkunjung Ke BIG

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pembina dan penyelenggara informasi geospasial merupakan rujukan berbagai Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Institusi, Akademisi dan lain sebagainya.  Demikian pula untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang informasi geospasial. BIG sering menerima kunjungan dari banyak pihak untuk mengenal lebih jauh apa itu nformasi geospasial. Termasuk diantaranya adalah sebanyak 31 Mahasiswa/I Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang mengadakan kunjungan ke Kantor BIG Cibinong pada Senin,  25 Januari 2016.

Pada kunjungan tersebut Mahasiswa/I dan pembimbing dari Geodesi ITS diterima oleh Sri Hartini yang mewakili Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BIG. Setelah mendapat penjelasan mengenai tugas dan fungsi BIG dari Sri Hartini, para Mahasiswa/i juga mendapat pencerahan dari Kepala Sub.bag. Organisasi dan Tata Laksana BIG, Adi Junjunan. Pada paparannya, Adi Junjunan menjelaskan mengenai mayoritas pegawai BIG diisi oleh lulusan bidang keilmuan Geodesi/Geomatika, Geografi, selain itu juga dari IT serta disiplin ilmu lainnya untuk mendukung tugas dan fungsi BIG. Dalam mendukung Nawacita pemerintah saat ini, BIG menyelenggarakan pembuatan Peta Lingkungan Pantai Indonesia untuk mendukung tol laut, Pemetaan Batas Desa serta menyediakan IG untuk lahan baku sawah. Sementara untuk mendukung Tata Ruang, BIG memberikan masukan/konsultasi mengenai peta untuk mendukung Tata Ruang.

Paparan ke 3 disampaikan oleh Intan  dari PPRT (Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim). Pada paparannya, Intan  menjelaskan mengenai pemetaan peta RBI. Pada Undang-Undang No.4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dijelaskan bahwa BIG sebagai penyelenggara tunggal Informasi Geospasial Dasar (IGD), terdapat lebih dari  171 peraturan perundangan yang membutuhkan implementasi IG.  IGD berupa peta dasar atau peta Rupabumi dari skala terkecil 1 : 1.000.000 s.d skala besar 1 : 1.000. Saat ini cakupan peta Rupabumi untuk 1 : 250.00 sudah meliputi seluruh Indonesia, untuk skala 1 : 25.000 wilayah Jawa, Bali Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan. Untuk Papua dan lainnya pada skala 1 : 50.000. Peta Dasar terdiri dari : Garis Pantai (3D), Hipsografi (3D), Perairan (3D), Nama Rupabumi, Batas Wilayah, Trasportasi & Utilitasi, Bangunan & Fasum (3D). Peta dasar yang dibangun diperlukan standar ketelitian baik vertikal maupun horizontal. Selanjutnya Intan mengatakan, menyelenggarakan data geospasial memang tidak mudah dan mahal, tetapi membangun tanpa data geospasial akan lebih mahal.

Paparan selanjutnya, Nurul Hidayah dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial yang menjelaskan tentang Ina-Geoportal. Simpul Jaringan berkontribusi memfasilitasi pemenuhan IG untuk pembangunan. Dengan Infrastruktur Informasi Geospasial, kita dapat merencanakan Indonesia di masa depan. Pusat ini juga merencanakan dan mengelola infrastruktur untuk berbagai keperluan diantaranya Kesiapsiagaan dan penanganan bencana alam. Setelah mendapat penjelasan dari para nara sumber tersebut, para Mahasiswa/i junga melakukan kunjugan ke Sentra Peta dan Data Center BIG. (ATM)