Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Belajar Informasi Geospasial di BIG

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Pemanfaatan Informasi Geospasial (IG) mulai diselenggarakan dalam berbagai aspek kehidupan, baik untuk bidang ekonomi, maupun bidang lingkungan hidup dan kesehatan. Baru-baru ini yang tidak kalah penting adalah pemanfaatannya untuk bidang pariwisata. Ternyata kepariwisataan Indonesia pun tidak bisa lepas dari IG. Itu menunjukkan bahwa IG mulai menempati posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Merujuk pada hal tersebut, Universitas Pancasila, Fakultas Pariwisata melakukan lawatan ke Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Senin, 15 Juni 2015. Sebanyak 30 orang mahasiswa semester 6 itu diterima para perwakilan BIG di Aula Utama BIG, Gedung S Lantai 2, Cibinong. Kunjungan itu tidak lepas dari mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang akan dipelajari para mahasiswa. Dekan Faluktas Pariwisata Riadika Mastra dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada BIG karena telah bersedia menerima kunjungan tersebut, dan diharapkan para mahasiswa dapat mengikuti kunjungan dengan sebaik mungkin dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber yang telah ditentukan.

Sebagai pembukaan peserta mendapatkan materi tentang IG secara umum dan tugas pokok BIG dari Luciana Retno Prastiwi, perwakilan dari Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama BIG. Kemudian peserta mendapatkan penjelasan dari beberapa pusat teknis yang ada BIG. Yang pertama adalah materi tentang SIG, sesuai dengan mata kuliah yang akan diikuti peserta, dari Elok Lestari Paramita dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG. Secara garis besar Elok menjelaskan keterkaitan antara IG dan SIG, serta SIG dalam pemetaan. "SIG dapat digunakan untuk memberikan informasi geografis dan merepresentasikan real world (dunia nyata)", terang Elok. Manfaat lain dari SIG adalah untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan suatu wilayah atau pemanfaatan lainnya.

Materi berikutnya terkait peta dan atlas untuk pariwisata Indonesia yang diberikan oleh Fakhruddin Mustofa dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG. "Ada 3 kata kunci terkait kepariwisataan, yaitu perjalanan, tempat tertentu, dan keunikan daya tarik wisata", ungkap Fakhruddin membuka presentasinya hari itu. Wisata sangat terkait dengan geospasial, bahkan boleh dikatakan kegiatan wisata adalah kegiatan eksplorasi geospasial. Bila dikaitkan dengan 3 kunci tersebut, maka penyediaan IG Tematik Wisata dibutuhkan segera.  IG mempermudah seseorang untuk melakukan perjalanan karena mengetahui aksesibilitas yang dituju; IG mampu menyediakan informasi tempat-tempat wisata/sebarannya, sekaligus aksesnya; dan IG yang dipadukan dengan informasi geografis lain mampu menjelaskan keunikan sebuah lokasi. Fakhruddin pada kesempatan itu juga menunjukkan berbagai macam atlas pariwisata yang telah dihasilkan BIG.

Materi terakhir yang didapatkan peserta kunjungan pada hari itu adalah demo Ina-Geoportal yang diberikan oleh Bayu Purwanto, perwakilan dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan IG (PPIG) BIG. Dijelaskan bahwa Ina-Geoportal merupakan portal yang dikelola BIG sebagai penghubung simpul jaringan, dengan alamat websitenya: tanahair.indonesia.go.id. Portal tersebut tidak bisa lepas dari kebijakan satu peta (one map policy) yang didengungkan BIG sebagai penyelenggara utama IG Dasar di Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang IG. Setelah memberikan penjelasan singkat terkait Ina-Geoportal, Bayu kemudian memberika demo penggunaan aplikasi Ina-Geoportal kepada peserta kunjungan. Melalui demo itu dijelaskan bahwa dengan diberlakukannya free download atas produk BIG sesuai peraturan yang berlaku, maka pengguna bisa men-download peta-peta BIG melalui aplikasi tersebut secara gratis. Pengguna tinggal mendaftar, kemudian memilih tipe file dan Nomor Lembar Peta (NLP), lalu pengguna akan mendapatkan link yang bisa digunakan untuk men-download.

Setelah presentasi materi, kegiatan diteruskan dengan sesi diskusi tanya jawab. Para peserta yang kurang memahami materi yang diberikan pun mengajukan pertanyaan kepada narsumber. Acara kunjungan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari BIG kepada Universitas Pancasila dan sebaliknya. Setelah itu peserta diajak untuk mengunjungi Data Center BIG dan Sentra Peta BIG dalam rangka untuk melihat bagaimana pusat data BIG, dan berbagai macam produk yang dihasilkan BIG. Pada Sentra Peta, peserta mendapatkan materi lagi yaitu dalam mengelola peta digital, bagaimana input data dan analisis singkatnya dari Sri Hartini dari Pusat PPKS. Dengan aplikasi pengolahan peta digital, maka pengelolaan peta digital semakin dimudahkan. Semoga melalui kunjungan ini pengetahuan peserta terkait IG dan SIG, serta manfaatnya dalam kepariwisataan dapat bertambah dan berguna dalam kegiatan belajar, dan bila sudah bekerja nantinya. (LR/TR)