Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Laporan Analisa Cepat Banjir Belitung Timur

Laporan Analisa Cepat Banjir Belitung Timur

Perubahan iklim dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan berbagai bencana alam yang berkepanjangan. Letak geografis Indonesia yang berada pada ekuator menjadikan Indonesia rawan bencana hidrometeorologis.  Curah hujan ekstrim selama 4 hari berturut-turut (16 s.d 19 Juli 2017) dengan intensitas tinggi mencapai 387,6 mm/hari dengan durasi hujan lebih kurang 20 jam per hari mengakibatkan ribuan orang terkena dampaknya. Ada 6 kecamatan terdampak yaitu: Kec. Kelapa Kampit, Kec. Manggar, Kec. Damar, Kec. Gantung, Kec. Simpang Renggiang, dan Kec.

 

Hasil pemetaan fisiografis yang dilakukan oleh BIG dengan mengoverlay antara Citra Terrasar X tahun 2012 dengan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1 : 25.000 dihasilkan peta kenampakan 3 dimensi. Berdasarkan hasil analisa terrain dari pemetaan fisiografis tersebut diketahui bahwa wilayah Belitung Timur relatif datar yang merupakan ciri khas dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kepulauan, kondisi ini biasanya memiliki Time to Concentration yg cepat, sehingga mudah terjadi penggenangan jika input hujan besar dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Dari pengamatan pengunaan lahan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1 : 25.000 banyak dijumpai tubuh air, hal ini mencerminkan daerah ini merupakan dataran alluvial yang dikelilingi oleh sungai dan tubuh air lainnya yang secara kondisi fisiografis rawan terhadap terjadinya banjir. 

Gambar 1. Peta dasar/fisiografis Pulau Belitung

Setelah diperoleh pemetaan fisiografis, selanjutnya ialah melakukan analisa luas daerah terdampak banjir. Hasil perhitungan luas terdampak diperoleh dari overlay antara peta fisiografis dengan peta estimasi genangan banjir hasil analisa perubahan nilai hamburan balik dari citra satelit sentinel 1A pada akuisisi data sebelum banjir 11 juli 2017 dan sesudah banjir 19 juli 2017 (LAPAN).

Gambar 2. Peta penggunaan lahan terdampak banjir Kab. Belitung Timur

 

Berdasarkan analisa kaji cepat yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial didapatkan estimasi hasil luas penggunaan lahan terdampak seperti tabel dibawah ini:

 

NB: Hasil diatas mengabaikan luas perairan daratan terdampak (sungai, danau, rawa, dan tubuh air lainnya)