Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kunjungan Kerja MGMP Geografi Kota Cirebon

Cibinong, Berita Geospasial – Pada 28 September 2017, sebanyak 30 orang guru dari Musyawarah Guru Mata Pelajarann (MGMP) Geografi Kota Cirebon berkunjung ke Kantor Badan Informasi Geospasial. Tujuan kunjungan ini adalah mempelajari apa dan bagaimana Sistem Informasi Geografis dapat menunjang dalam pembelajaran geografi. Rombongan MGMP Geografi Kota Cirebon diterima di Aula Utama BIG.

Kunjungan yang dipandu oleh Akbar Hiznu Mawanda ini mereka mendapatkan paparan mengenai profil BIG, pembuatan peta rupabumi, pengenalan inderaja dan sistem informasi geografis dan pengenalan Ina-Geoportal. Dalam penjelasan profil BIG, Akbar memberikan presentasi tentang sejarah dan apa saja yang dikerjakan oleh BIG. Guru yang berkunjung beberapa diantaranya antusias menjawab pertanyaan yang diajukan Akbar. Ada yang bertanya tentang pemetaan sampai bertanya tentang panduan alat pemetaannya.

Materi dilanjutkan dengan materi tentang Inderaja dan Sistem Informasi Geografis (GIS) yang disampaikan oleh Ekan Kurniawan, Kasie Materi dan Kurikulum Balai Diklat Geospasial BIG.  Inderaja atau penginderaan jauh merupakan data yang berasal dari citra satelit maupun foto udara yang akan menjadi masukan di dalam SIG.  Sedangkan SIG sendiri adalah suatu aplikasi yang dapat digunakan untuk memanipulasi data inderaja dengan data atribut lainnya sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih mudah untuk menganalisa berbagai kejadian alam untuk menunjang berbagai keputusan yang akan diambil di dalam melakukan berbagai rekayasa terhadap alam maupun rekayasa untuk berbagai tujuan pembangunan wilayah.

Materi selanjutnya adalah “Pemetaan Rupabumi Indonesia”, yang disampaikan oleh Maratun Solikhah, Staf Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim. “Peta Rupabumi Indonesia atau yang sering disebut dengan Peta RBI adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat,” jelas Maratun. Produk yang sudah dihasilkan oleh BIG seperti Peta Rupabumi Indonesia kemudian dimasukan ke suatu sistem atau yang disebut dengan Ina-Geoportal. “Ina-Geoportal adalah portal atau gerbang yang berbasis internet untuk berbagi data dan informasi geospasial,” jelas Ratih Kusumawardani, Staf Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial. Ratih juga menjelaskan bahwa Ina-Geoportal dibangun dengan partisipasi Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah. Adapun alamat untuk mengakses Ina-Geoportal di tanahair.indonesia.go.id. Di Ina-Geoportal ini, masyarakat bisa mengunduh secara langsung data yang tersedia di portal tersebut.

Setelah itu rombongan MGMP Geografi Kota Cirebon dibagi dua kelompok untuk diarahkan ke pusat teknis BIG, yaitu kunjungan ke Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PPTRA) dan Sentra Peta di Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPKS). Di Pusat PTRA rombongan diterima oleh Gunawan Tanjung, Ruswidyatmoko dan Rendi, dengan memberikan penjelasan tentang neraca sumber daya air. Sedangkan rombongan yang ke Pusat PPKS diterima oleh Khairil Anwar, disini rombongan MGMP mendapat penjelasan tentang jenis-jenis dan pemanfaatan peta.

Guru-guru sangat tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh masing-masing pusat teknis tersebut dengan ini mereka bisa mengambil pelajaran sebagai bahan ajar untuk siswa-siswi di sekolah masinig-masing. Selain itu masing-masing staf dari pusat teknis tersebut memberikan bantuan dalam bagi bapak/ibu guru yang ingin mencoba praktik alat itu sendiri. (MEU/ES/TR).