Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

KPRI BIG Menjadi KPRI Terbesar di Kabupaten Bogor

KPRI Badan Informasi Geospasial yang sekarang masih bernama KPRI Bakosurtanal, dari awal pendiriannya merupakan wadah pengembangan kemandirian perekonomian khususnya bagi para anggotanya. KPRI Bakosurtanal didirikan dengan berdasarkan pada prinsip keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, dan kemandirian. Seiring dengan berjalannya waktu, pengurus dan besaran modalnya, maka tahun ini KPRI BIG menjadi KPRI terbesar di Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dilihat dari banyaknya pencapaian KPRI Bakosurtanal selama periode 2011-2013, diantaranya kenaikan jumlah Simpanan Pokok dari Rp. 196.542.500 menjadi Rp. 413.877.500, kenaikan jumlah Simpanan Wajib dari Rp. 1.285.386.014 menjadi Rp. 1.813.819.242, kenaikan jumlah Simpanan Sukarela dari Rp. 885.012.827 menjadi Rp. 1.841.606.915, kenaikan Jumlah Modal dari Rp. 3.125.298.803 menjadi Rp. 4.613.670.546, demikian dilaporkan oleh Ketua KPRI Bakosurtanal Sigit Murjatipada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Bakosurtanal ke-22 di BIG pada Jumat 27 Juni 2014.  Lebih lanjut Ketua KPRI Kabupaten Bogor Yan Saputra menyatakan bahwa tahun ini KPRI Bakosurtanal merupakan KPRI terbesar dibandingkan KPRI lainnya di Kabupaten Bogor. 

Perkembangan KPRI Bakosurtanal ini tidak lepas dari dukungan 3 elemen, yaitu peran para anggota yang secara aktif turut mengembangkan KPRI Bakosurtanal dalam penyertaan modal/simpanan dan aktivitas pemenuhan berbagai macam kebutuhannya, para pengurus koperasi yang dengan cerdas dan sigap meningkatkan pelayanannya dan dalam membuka berbagai peluang usaha baru diantaranya sewa mobil dan penjualan tiket pesawat, serta para pembina yang memberikan berbagai kebijakan untuk pengembangannya diantaranyadengan menyediakan berbagai macam fasilitas untuk usaha.

Rapat Akhir Tahun kali ini dihadiri pula Pembina Harian KPRI Bakosurtanal, Budhy Andono Soenhadi, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Linda Hendrayani, Ketua PKPRI Kota Bogor Rasta Sujono dan tentunya para anggota KPRI Bakosurtanal. 

Pembina Harian KPRI Bakosurtanal, Budhy Andono Soenhadi dalam sambutan pembukaan Rapat Akhir Tahun KPRI Bakosurtanal ke-22, mengungkapkan harapannya agar ke depannya, semua unit kerja di Badan Informasi Geospasial memanfaatkan secara maksimal fasilitas pembelian tiket pesawat melalui KPRI Bakosurtanal serta memanfaatkan jasa penyewaan mobil yang telah dirintis sejak Tahun 2012, dan jika dimungkinkan akan dilakukan penambahan jumlah mobil yang akan disewakan. Dengan berubahnya Bakosurtanal menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG), semoga pengurusanperubahan badan hukum KPRI Bakosurtanal menjadi KPRI BIG segera terwujud, tambah Budhy Andono.

Pada kesempatan ini pula dilakukan launching GeoMart yang merupakan unit usaha baru KPRI Bakosurtanal dengan menyediakan berbagai keperluan sehari-hari baik untuk para anggota koperasi maupun masyarakat di sekitar BIG. (TN/TR).