Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Ketua DWP BIG Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Bandung, Berita Geospasial - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Informasi Geospasial, Prof. Dr. Hj. Budi Mulyanti, M.Si dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Material Elektronik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung pada Senin, 7 Mei 2018 di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI Bandung.

Pada tahun Juni 2017 lalu, Budi Mulyanti atau yang kerap disapa Yanti menerima Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., didampingi jajaran pimpinan universitas.

“Keluarnya SK ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi yang lainnya. Dr. Budi Mulyanti, M.Si., diangkat dalam jabatan akademik atau fungsional dosen sebagai Profesor atau Guru Besar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ditetapkan melalui SK Nomor 68577/A2.3/KP/2017, sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Fisika Elektronik,” ungkap Rektor UPI, seperti yang dilansir dari laman berita UPI.

Setelah menjadi Guru Besar, Prof. Budi Mulyanti mempunyai tugas tambahan, yaitu harus menyemangati kepada rekan sejawat yang belum mendapatkan SK, karena kita tahu untuk menjadi gubes tidaklah mudah, membutuhkan proses yang lama, oleh karena itu mari kita samakan persepsi, karena gubes kita berada di posisi 10%, atau sekitar 125 orang.

Dekan FPTK Prof. Dr. Mokhamad Syaom Barliana, M.Pd., M.T., dalam kesempatan yang sama mengatakan, saat ini Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan sudah memiliki 7 gubes dan sekarang tambah 1, ditargetkan untuk dapat mecapai 10% atau 16 orang gubes. Dengan tambahan gubes pada UPI ini akan memberikan kesempatan bagi UPI untuk mewujudkan menjadi World Class University.

“Kehadiran Prof. Dr. Budi Mulyanti, M.Si., menambah bidang keahlian baru dan langka, karena mendalami ilmu yang terkait dengan material dan nanoelektronika, ini akan menjadi sumbangan keilmuan yang besar bagi fakultas. Diharapkan juga dapat membina para juniornya, dan para seniornya bisa menjadi tandem untuk melakukan publikasi ilmiah,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Budi Mulyanti, M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya, dikatakannya,”Saya bersyukur, ini adalah berkah ramadhan, saya mempersiapkan ini cukup lama. Ilmu yang dikembangkan merupakan lanjutan dari S1, itu yang saya tekuni, di S2 dan S3 pun saya tekuni tentang material elektronika, karena kebetulan saya belajar ilmu fisika juga jadi menghubungkan fisika dengan elektro, fisika yang berhubungan di elektronikanya.”

Hal yang menarik dari keilmuan ini adanya tantangan yang sangat besar terkait perkembangan nanoteknologi. Di Indonesia khususnya di ITB, sudah memiliki alatnya, namun yang sulitnya malah di fabrikasinya, untuk itu saya bekerja sama dengan tim riset dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Indonesia mampu membuat desain, membuat pemodelan dengan komputer, Malaysia yang melakukan fabrikasinya, namun jika Malaysia kesulitan maka akan diteruskan ke Harvard University.

“Untuk nanoelektronika kita masih tertinggal jauh. Aplikasi nanoelektronika saya aplikasikan adalah untuk komunikasi dan sensor. Saya kembangkan yang terkait dengan sensor optiknya, karena memiliki kelebihan dibandingkan elektronika. Harga nanti akan lebih murah, karena ukurannya lebh kecil dan bekerja lebih cepat dan teliti,” jelasnya.

Budi Mulyanti adalah istri Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc. Sebelumnya, Yanti menjabat sebagai Ketua Departemen Pendidikan Teknik Elektro FPTK di UPI Bandung. Selamat pada Prof. Dr.Hj. Budi Mulyanti, M.Si semoga dapat terus mendarma baktikan ilmunya pada bangsa dan negara. (ME/YDI)